Yahya YS Tuding Dinkes Aceh Timur Tak Serius Tangani Covid19, Kok Bisa?
Senin, 10-05-2021 - 11:06:57 WIB 👁 20070
SERGAPONLINE.COM ACEH TIMUR - Masyarakat mulai resah terkait Terpaparnya 7 petugas medis dengan hasil reaktif positif covid-19 yang bekerja di UPTD Puskesmas Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Tudingan tersebut disampaikan oleh M.Yahya Ys, yang menilai banyak petugas medis terinfeksi covid-19 yang disebabkan dugaan kelalaian pihak Dinas Kesehatan Aceh Timur.
"Ini sudah sangat meresahkan Masyarakat karena banyak petugas medis yang terpapar covid-19
dikarenakan Dinkes Aceh Timur lalai mengantisipasi secara cepat," Kata Anggota Komisi D DPRK Aceh Timur komisi D yang membidangi masalah kesehatan, M.Yahya Ys, pada Jumat Malam (07/05/2021).
Sambungnya, karena semenjak satu petugas kesehatan (Halimah) diketahui reaktif covid-19, namun tidak diisolasi. Bahkan menurut informasi, meskipun sudah reaktif tetap masuk kerja, akibat nya 6 petugas medis lain nya terpapar positif covid-19.
"Saya menduga Dinkes Aceh Timur menganggap remeh dan tidak serius dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, hal itu dilihat dari kasus 7 tenaga medis yang tertular secara bersamaan namun tidak ada upaya pencegahan secara sigap,"
Yahya Boh Kaye juga mempertanyakan penyuntikan vaksin yang dilakukan di Puskesmas Idi Rayeuk pada bulan maret lalu, padahal protap penyuntikan vaksin untuk pegawai pemerintahan dilakukan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Apakah 7 tenaga medis yang terpapar Covid-19 belum di vaksin atau setelah di vaksin tapi tidak mampu melawan covid,? Ujar Yahya Boh Kaye dengan nada bertanya.
Lanjutnya dengan pembahasan Kasus lain yang pernah disepelekan oleh Dinas Kesehatan pada saat treking pasien reaktif positif beberapa hari yang lalu di Desa Julok Tunong, petugas yang melakukan treking yang terdiri dari petugas Dinkes dan UPTD Puskesmas Julok tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) namun hanya menggunakan masker saja. beber Yahya Boh Kaye.
Jika petugas sengaja mengabaikan kesehatan, terus bagaimana dengan masyarakat,? Dan jika hal itu dibiarkan tidak mustahil Aceh Timur menjadi cluster peningkatan yang terpapar covid-19.
Sebagaimana diketahui bahwa Puskesmas Idi Rayeuk di tutup selama dua hari (kamis dan Jumat / 6-7 Mei), akibat 7 petugas medis terpapar covid-19, penutupan Puskesmas tersebut untuk menetralisir penyebaran virus corona.
Sementara itu saat media ini mengkonfirmasi Kadinkes Aceh Timur melalui pesan WhatsApp perihal tersebut belum ada tanggapan hingga berita ini ditayangkan. (Rls/Edo)
Komentar Anda :