Nelayan Kecil TPI Idi Sulit Dapatkan BBM Subsidi, Diduga Ada Mafia Minyak Bermain
Kamis, 01-04-2021 - 19:52:37 WIB 👁 49169
SERGAPONLINE.COM ACEH TIMUR - Sekitar 60-an nelayan kecil Kuala TPI Idi Rayeuk Kabupaten Aceh Timur, mengeluh karena sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BMM) bersubsidi, bahkan ada yang sudah dua bulan tidak bisa melaut mencari ikan untuk menghidupi kelurganya.
Hal tersebut diduga ada oknum Nakal yang bermain sehingga para Nelayan kecil yang berada di lokasi TPI Idi kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.
Berdasarkan pengakuan para nelayan di SPBM hanya diberikan kepada pemilik kapal/boat besar karena mereka punya dana untuk bayar tunai. Jika pun diberikan tidak boleh lebih 2 jerigen dengan ukuran satu jerigen 35 liter, sedangkan nelayan kecil tidak punya anggaran untuk bayar tunai. Bahkan kata nelayan, alasan pihak SPBM tidak diberikan BBM kepada mereka dikarenakan tidak mencukupi untuk kebutuhan boat besar. Kata sejumlah nelayan saat ditemui di TPI Idi kepada Awak Media, Rabu (31/01/2021).
Sebagaimana yang disampaikan oleh, Zulkifli nelayan Desa Blang Geulumpang, bahwa pihaknya sudah dua bulan tidak melaut karena tidak sangup membeli BBM industri, sementara BBM jenis solar subsidi sangat sulit didapatkan.
“Selama ini kami harus membeli solar industri, sedangkan solar bersubsidi sangat sulit didapatkan apalagi kami hanya nelayan menggunakan boat kecil, sedangkan yang pemilik boat besar mudah mendapatkan surat rekomendasi dari Dinas Perikanan,†Ujar Zulkifli yang dibenarkan oleh para nelayan lainnya.
Hal senada juga dikeluhkan nelayan kecil lain nya, Zainul Bahri(42) mengatakan sudah berhari-hari tidak bisa melaut karena keterbatasan modal, apalagi harus membeli BBM industri Rp 7000, per liter.
Wakil Panglima Laot, Sulaiman, saat ditemui di TPI Idi, membenarkan bahwa selama ini nelayan kecil sulit mendapatkan BBM bersubsidi.
“Banyak nelayan kecil tidak bisa melaut karena tidak mampu beli minyak boat,†Ujarnya.
Saat awak media mengkonfirmasi Kabid Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Timur, Zainabon, via Seluler mengakui tentang kendala yang dihadapi para nelayan kecil terhadap kesulitan dalam mendapatkan BBM subsidi. Bahkan ia tak menampik ada oknum-oknum mafia minyak bermain untuk keuntungan pribadi.
Menurut Zainabon, sekarang sedang terjadi kelangkaan BBM bersubsidi, bahkan ada yang sudah diberikan surat rekomendasi dari dinas namun tidak diberikan oleh SPBU.
“Selanjutnya kita juga sudah turun ke SPBU membicarakan dengan pihak mereka untuk membantu sementara waktu agar nelayan bisa melaut apalagi tidak lama lagi hari meugang dan masuk bulan ramadhan," Terangnya.
Sambungnya, Kasihan para nelayan, jika tidak bisa melaut, paling tidak jika bisa melaut bisa membeli daging meugang. Jika sudah normal kembali nanti, kata dia, pihaknya akan membicarakan langkah selanjutnya, yang penting saat ini nelayan bisa melaut. Kata Kabid Tangkap Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Timur, Zainabon, kepada Awak media via Seluler. (Rls/Edo)
Komentar Anda :