Sudah 22 Tahun Lumpuh, Gadis di Lubok Pempeng Peureulak Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan
Senin, 06-07-2020 - 10:27:03 WIB 👁 55791

TERKAIT:
 
  • Sudah 22 Tahun Lumpuh, Gadis di Lubok Pempeng Peureulak Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan
  •  

    SERGAPONLINE.COM ACEH TIMUR - Namanya Pinda. (26) gadis asal lubok pempen kini harus berjuang hidup melawan penyakit lumpuh yang dideritanya. Anak dari pasangan almarhum Rasyidin Ahmad dan Halimah,sejak umur empat tahun mengalami kelumpuhan akibat jatuh dari tangga di rumah tetangganya pada tahun 1997.

    Pinda Warga Desa lubok pempeng, beralamat didusun sido Mulyo Kecamatan peureulak, Kabupaten kabupaten Aceh Timur. Di usianya yang beranjak 4 tahun itu, mengalami kelumpuhan selama 22 tahun selama ini pinda menghabiskan waktu  terbaring di kasur.

    Bahkan ia kerap menangis kala menahan sakit pada pinggulnya yang acap kali dialaminya. Tidak hanya itu penderitaan yang ia rasakan,selain mengalami lumpuh,Pinda juga tidak bisa berbicara.

    Berbagai upaya kesembuhan telah dilakukan oleh kakak perempuan pertamanya bernama Nila wati,(40)
    Mulai dari dirawat di rumah sakit, bahkan mencoba pengobatan alternatif agar penyakit pinda bisa teratasi.

    Namun upaya itu sia-sia, tubuh pinda kian hari kian mengurus, bentuk kakinya pun juga panjang.Jika harus dirawat dengan maksimal, maka masalah biayalah menjadi kendalanya.

    "Kalau untuk dirawat dirumah sakit biaya terbatas,ujar sang kakak, nila kepada wartawan,dan juga hadir perawat rujuk yang akrab disapa Bunda Yanti dari RS graha bunda yang prihatin terhadap gadis yang sudah lama lumpuh  selama 22 tahun lamanya (4/7/2020).

    Terkadang Nilawati sering kali meneteskan airmatanya tiap saat melihat kondisi adik bungsunya itu. Ia kadang merasa tak tega kala harus melihat penderitaan sang adik yang hanya terbaring lemah dan terkadang adiknya pingin duduk walaupun sebentar saja lalu terbaring lagi di tikar.

    Ingin rasanya sakit yang diderita sang adik dapat bisa disembuhkan. Namun semua itu terhambat karena permasalahan biaya.

    "Hanya bisa nangis ketika melihat penderitaan yang dialami adik.Selama 22 tahun ia (Pinda) harus mengalami sakit itu,"ungkapnya sedih.

    Permasalahan faktor ekonomilah yang membuat penyebuhan Pinda sering terhambat. Dengan penghasilan kami yang tak menentu sebagai petani biasa, tidak memungkinkan mampu membawa Pinda untuk berobat dan mendapatkan perawatan yang semestinya.

    "Nilawati hanya berharap, agar sang adik bisa dibantu penyembuhannya, agar sakit yang adiknya alami dapat diobati dengan maksimal.Nila berharap sekali ada pihak yang mau membantu pengobatannya,"katanya penuh harapan.

    Bagi dermawan yang ingin membantu meringankan beban Pinda bisa menghubungi keluarga melalui via seluler HP 085310986141. (Rls/Edo)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
  • Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
  • HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
  • Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    03 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
    05 Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
    06 Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
    07 Pemprov Riau Salurkan Bansos Pendidikan ke 1.138 Mahasiswa
    08 Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Jadi Rp3.783 per Kg, Ini Penjelasan Disbun
    09 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    10 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    11 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    12 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    13 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    14 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    15 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    16 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    17 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    18 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    19 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    20 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    21 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    22 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com