FAKSI : Perantau Aceh di Malaysia adalah Pejuang Ekonomi, Mereka Berjasa Kirim Uang untuk Aceh
Senin, 18-05-2020 - 08:16:08 WIB 👁 43634

TERKAIT:
 
  • FAKSI : Perantau Aceh di Malaysia adalah Pejuang Ekonomi, Mereka Berjasa Kirim Uang untuk Aceh
  •  

    SERGAPONLINE.COM ACEH TIMUR - Aktivis Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Aceh, Ronny Hariyanto, mengatakan bahwa para perantau Aceh, khususnya Aceh Timur, di Malaysia dan berbagai negara lainnya adalah para pejuang ekonomi, yang mampu memberi konstribusi positif bagi Aceh, khususnya  problem kemiskinan yang menganga di Aceh selama ini.

    Untuk itu, putera Idi Rayeuk, Aceh Timur, berdarah Aceh - Minang ini berpendapat, sudah selayaknya pemerintah di seluruh tingkatan di Aceh, memikirkan nasib mereka, terutama ketika mengalami kesulitan di masa darurat Covid 19 ini.

    " Mereka itu pejuang ekonomi bagi Aceh, setidaknya bagi keluarga mereka masing - masing, uang hasil jerih payah mereka di sana kan dikirim ke kampung halamannya masing - masing, lantas keluarga mereka membelanjakannya di Aceh, itu terbukti mendorong perputaran ekonomi, sebab uang dari luar beredar di Aceh, jadi seharusnya mereka diprioritaskan, apalagi mereka dalam kesulitan saat ini," kata Ronny, Minggu 17 Mei 2020.

    Ronny menambahkan perjuangan para perantau tersebut mestinya dihargai setinggi - tingginya, bukan malah terkesan didiskriminasi atau dianggap warga kelas dua di Aceh.

    "Jadi sangat lucu logikanya,  jika pemerintah lebih memikirkan dan memanjakan perusahaan - perusahaan yang mengeruk untung besar di Aceh, lalu  membawa terbang uang ke luar Aceh, bahkan tak jarang merugikan Aceh sendiri, ketimbang putra - putri perantau Aceh, yang menerbangkan uang dari luar negeri untuk Aceh, mereka terkesan seperti dianggap tidak penting," ketus Ronny.

    " Apapun ceritanya, mereka adalah warga Aceh, punya hak yang sama di Aceh ini, bukan warga kelas dua, mau dia masuk negeri jiran secara legal atau ilegal, itu harusnya menjadi tanggungjawab negara untuk mengatasi kesulitannya. mereka berkorban pergi merantau ke berbagai negara dikarenakan tidak tersedianya lapangan kerja di negeri ini, sebab keterbatasan kemampuan negara memfasilitasinya,  jadi pengorbanan dan perjuangan mereka selama ini persis sebagai upaya mengatasi lapangan kerja dan kemiskinan, masak itu tidak dihargai," ungkap aktivis HAM tersebut.

    Ronny sangat menyayangkan, jika ada pihak - pihak yang seakan menganggap enteng urusan para perantau atau bahkan memandangnya sebelah mata.

    " Inilah konyolnya kita, tidak memahami hakikat dari eksistensi mereka sebagai perantau, dan konstribusi mereka terhadap daerah atau negara, padahal warga daerah lain atau negara lain, sangat menghargai para perantaunya, yang sangat berkonstribusi bagi pembangunan suatu daerah bahkan negara," ketusnya.

    Eks Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu juga merasa sangat terheran - heran atas lambannya pemerintahan di Aceh, khususnya Aceh Timur, mengakomodir harapan para perantau tersebut, padahal Aceh sangat dikenal dengan  kekayaan dan lobi - lobi internasionalnya.

    " Aneh kan, para perantau mau pulang, ngurusnya macam nunggu hari kiamat, entah diurus entah tidak, padahal para perantau sudah menjerit atas apa yang mereka alami selama masa Covid 19 di Malaysia, tapi baik dewan maupun pemerintah kesannya santai - santai aja, ini saya tidak tujukan ke pribadi ya, sebab kalau dewan mestinya bukan tanggungjawab satu orang dewan saja, begitu juga pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten - kota kesannya santai aja, macam gak ada kejadian apa - apa," tandasnya.

    Dia mengaku juga sudah pernah menyampaikan keluhan para perantau Aceh Timur ke Ketua DPRK Aceh Timur, namun sayangnya hingga kini belum ada kejelasan soal itu.

    " Kami sudah pernah menyampaikan langsung keluhan para perantau Aceh Timur ke ketua dewan, soal mereka ingin pulang atau soal mereka benar - benar kesulitan sejak di lockdown, tapi kesannya dianggap santai aja, katanya akan disampaikan ke pemerintah, tapi hingga kini nampaknya belum ada perkembangan, para eksekutif dan legislatif kira mereka saja yang dihujat dan dimaki - maki masyarakat, padahal kami juga mengalami itu, jika tidak menyuarakan pesan - pesan dari masyarakat tadi ke pemerintah, kami juga dikata - katai, jadi ini perlu dipahami dan segera dicari solusinya," pungkas mantan Wakil Ketua KNPI Provinsi Sumbar itu.

    Dia memberi ultimatum kepada Pemerintah Aceh Timur, baik eksekutif maupun legislatif, agar berpikir dan bekerja keras mengatasi problem para perantau tersebut.

    " Yang jelas, kami sudah sampaikan berulang kali persoalan ini, dana Covid ada miliaran, mungkin bisa dipakai untuk memulangkan mereka atau dikirimkan ke mereka sedikit sebagai biaya bertahan hidup seperti BST atau BLT, tapi jika tidak digubris tidak apa - apa, yang jelas kami akan terus mendesak dan menggunakan langkah - langkah lain nantinya, sampai tuntutan kami itu dikabulkan," tutupnya. (Rls/Edo)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Polri Cinta Petani, Polresta Pekanbaru Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Kebun Warga di Cinta Raja
  • Selidiki Dugaan Korupsi Batu Bara di PLTU Ombilin, Polda Sumbar Bakal Periksa Tiga Perusahaan Pemasok
  • Polres Kampar Berduka, Aiptu Zainal Arifin Tutup Usia
  • Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Polri Cinta Petani, Polresta Pekanbaru Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Kebun Warga di Cinta Raja
    03 Selidiki Dugaan Korupsi Batu Bara di PLTU Ombilin, Polda Sumbar Bakal Periksa Tiga Perusahaan Pemasok
    04 Polres Kampar Berduka, Aiptu Zainal Arifin Tutup Usia
    05 Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
    06 Kakanwil Ditjenpas Riau Bersama Anggota Komisi XIII DPR RI Tinjau Program Ketahanan Pangan di Rutan Pekanbaru
    07 Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Distankan Kota Pekanbaru Tandatangani PKS, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Peternakan Ayam Petelur
    08 Polresta Pekanbaru Terima Asistensi dan Verifikasi Lapangan Scaling Up Inovasi Pelayanan Publik Polri
    09 Kapolri Tinjau Pabrik Pupuk Batu Bara Di Kampar – Lepas Distribusi 80 Ton Untuk 5 Kelompok Tani Riau, Kapolres Kampar Awasi Keamanan
    10 Kadis Perkimtan Adi Pranoto Hadir Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Ketam Putih
    11 Pemkab Bintan Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah Melalui Konsultasi Publik
    12 Polsek Mandau Gelar Pengelolaan Program Swasembada Pangan Jagung Di Desa Bathin Betuah
    13 Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Ingatkan Ancaman El Niño dan Prioritaskan Pencegahan
    14 Pekanbaru Menuju Zero Anak Stunting, Pemko Pastikan Intervensi Berlanjut
    15 Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau
    16 Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Polresta Pekanbaru Perkuat Akses Warga dan Wujudkan Polri Hadir untuk Masyarakat
    17 Polres Dumai Amankan 220 Butir Diduga Pil Ekstasi, Seorang Pria Ditangkap di Dumai Timur
    18 Polsek Kampar Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan – Tersangka Ditangkap Setelah Larikan Dari Atap
    19 PPK 1.4 Pastikan Pembongkaran Empat Jembatan CH Berjalan Sesuai Kontrak
    20 GEMA Melayu Riau RDPU di DPR RI, Sekjen Dukung Bupati dan DPRD Inhu Segerakan Perda MHA
    21 Polsek Mandau Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Talang Mandi – Satu Tersangka Diamankan, Satu Lagi DPO
    22 Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Pemko Pekanbaru Gelar Bimtek DTSEN Bagi Operator Puskessos
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com