Ikan Dari Perairan Laut Maluku Menjadi Menu Utama Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran
Jumat, 15-05-2020 - 22:10:36 WIB 👁 30030

TERKAIT:
 
  • Ikan Dari Perairan Laut Maluku Menjadi Menu Utama Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran
  •  

    SERGAPONLINE.COM JAKARTA - Ikan dari perairan laut Maluku telah menjadi menu utama bagi pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

    Di saat vaksin ataupun obat Covid-19 belum lagi ditemukan, maka makan makanan sehat adalah salah satu cara terbaik terhindar dari virus berbahaya itu.

    "Ikan adalah jawaban atas kebutuhan makanan sehat tadi. Apalagi, ikan yang berasal dari perairan dalam dan belum tercemar," kata Tenaga Ahli BNPB yang juga merangkap Anggota Gugas Covid 19 Egy Massadiah, melalui rilis, Rabu (13/5/2020).

    Menurut Egy, salah satu penghasil ikan terbaik di Indonesia adalah laut Maluku. Sebab, di sana, kedalaman laut rata-rata 300 sampai 500 meter. Bahkan ada yang hingga kedalaman 5.000 meter.

    Pendek kata, ikan-ikan dari lautan Maluku, sangat segar dan bergizi tinggi. Sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tentu, sangat baik jika dikonsumsi para pasien dan tenaga medis yang ada di rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19.

    Itulah keseluruhan alasan sederhana seorang Doni Monardo, ketika mendatangkan ikan-ikan segar dari perairan Maluku. Ikan-ikan itu kemudian dimasak dan dihidangkan sebagai menu utama bagi para pasien dan tenaga medis di “RS Darurat Covid-19” Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, tanggal 3 Mei 2020.

    Sekilas, ada kesan “ada cara mudah, kenapa pak Doni mencari cara susah?”
    Mendatangkan ikan dari Maluku ke Jakarta, tentu bukan persoalan mudah. Jika persoalannya adalah sekadar membeli ikan dan minta dikirim, memang tidak sulit.

    Tetapi ini Ambon, bung! Apalagi situasi saat ini, penerbangan terbatas bahkan nyaris tak ada.
    Anda tahu? Jarak Ambon ke Jakarta adalah 2,737 km. Jika menggunakan jalur laut dan darat, via Ambon - Makassar – Surabaya – Jakarta membutuhkan waktu sedikitnya 108 jam. Anda yang pernah melakukan perjalanan itu, pasti setuju.

    Sedangkan jika melalui transportasi udara, butuh waktu 3 jam 55 menit, di luar urusan pesawat taxi to runaway, take off, dan landing. (Baca juga: Wakil Ketua Komisi IX Desak Pemerintah Cabut Perpres Kenaikan Iuran BPJS)Artinya, jauh lebih mudah jika membeli ikan di Muara Angke, misalnya.

    Tapi Doni keukeuh mendatangkan ikan dari hasil budidaya nelayan Ambon. Ada banyak alasan untuk itu. Alasan pertama adalah, kesegaran ikannya. Segar dalam arti, benar-benar ikan sehat dan tidak tercemar.

    "Alasan kedua, tentu saja menyerap buah kerja para nelayan yang telah mengikuti program emas biru. Sebuah program budidaya hasil laut, yang dirintis saat Doni menjabat Pangdam XVI/Pattimura tahun 2017," terangnya.

    Singkat kata, 100 kg ikan kuwe di Ambon disebut ikan bobara, serta beberapa jenis lainnya pun siap dikirim. Mayjen TNI Marga Taufik Pangdam Pattimura sudah menyiapkannya atas permintaan langsung dari Doni.

    Untuk harga ikan dan packing, biayanya sekitar Rp 8 juta. Belum termasuk biaya kirim (kargo). Beruntung, lanjut dia, Dirut Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra berbaik hati, dan spontan menyatakan ikut membantu niatan Doni Monardo.

    Irfan membebaskan ongkos pengiriman 100 kg ikan dari Ambon ke Jakarta dengan pesawat Garuda.Setiba di Wisma Atlet, ikan-ikan segar yang dikemas dalam kotak gabus styrofoam lengkap dengan es batu, langsung diolah di dapur RS Darurat Wisma Atlet.
    Para juru masak adalah koki-koki handal yang dikoordinir oleh Kementerian BUMN yang bertugas di sana.

    Ikan Ambon Istimewa

    Tidak sampai hitungan hari. Hanya dalam hitungan jam sejak para pasien Covid-19 di RS Darurat Civid-19 Wisma Atlet Kemayoran menyantap ikan kiriman Doni Monardo, komentar dan respon datang bertubi-tubi.

    Tentu ada yang nyangkut ke jalur japri Doni Monardo, tapi kebanyakan diarahkan kepada orang-orang terdekat Doni.

    Melalui Brigjen Saleh Mustafa Akabri 91, Kasdam Jaya, saya mencari tahu komentar warga Wisma Atlet.

    “Apa benar itu ikan kuwe, pak! Kok rasanya beda sekali. Yang ini benar-benar gurih. Dagingnya wow, dan segar,” itu salah satu komentar salah seorang pasien di RS Darurat Wisma Atlet.

    Ihwal keistimewaan rasa ikan yang didatangkan dari Ambon, saya menggalinya kembali saat berbuka puasa dua malam lalu. “Yang jelas, laut Ambon belum tercemar,” kata mantan Komandan Jenderal Kopassus tahun 2015 ini.

    Dia kembali mengulangi alasan lain, yakni ihwal kedalaman lautnya. “Begitu lepas dari pantai, tidak lama kemudian bawah laut berbentuk tegak lurus, dengan kedalaman antara tiga-ratus hingga lima-ratus meter,” tambahnya.

    Kontur bawah laut perairan Maluku bisa dilihat melalui GPS yang biasa digunakan para pemancing ikan profesional. Juga dengan aplikasi yang ada di handphone betapa gambaran dinding, kedalaman laut serta palung atau jurang laut yang ada di sekitar Ambon. (Baca juga: Masih Pandemi Corona, Menag Imbau Masyarakat Salat Idul Fitri di Rumah)

    Di perairan dalam itulah, Doni Monardo, saat menjabat Pangdam XVI/Pattimura tahun 2017 mencanangkan program emas biru.

    Membuat keramba budidaya ikan. Hanya dalam waktu singkat, hasilnya luar biasa mencengangkan.

    “Ikannya sangat bagus, segar, sehat, tidak tercemar. Makanan mereka bukan pelet atau sejenisnya, melainkan plankton, fitoplankton, hydrila dan tumbuhan yang hidup di perairan keramba," jelasnya.

    Menggambarkan betapa segar ikan-ikan hasil budidaya di Ambon, Doni punya satu cerita. Cerita yang juga terjadi tahun 2017, yakni saat pakar kuliner William Wongso bertandang ke Ambon. Di sana, ia sedia membuat demo mengolah kuliner ikan.

    Spot syuting dilakukan di pinggir pantai, tak jauh dari lokasi keramba budidaya perikanan “emas biru” yang dikelola masyarakat. William Wongso langsung mengambil ikan kerapu. Dengan ahlinya, ia membuat irisan fillet, lalu dibuat sashimi.

    “Kami semua diminta makan ikan mentah dengan mencocol di kecap asin, jeruk nipis, dan campuran dressing yang harum baunya,” kata Doni Monardo seraya menambahkan, “karena yang ditawari hanya saling pandang, maka pak William Wongso langsung bilang, ‘ini ikan sangat bersih.

    Saya tahu, ini ikan bersih dari pencemaran. Dari dagingnya saya tahu.”Doni Monardo, penggagas emas biru itu, gesit mengunyah sashimi ikan kerapu, hasil budidaya emas biru nelayan Ambon. “Benar, itu kali pertama saya makan ikan mentah hasil budidaya yang saya rintis sendiri. Rasanya memang luar biasa. Enak sekali,” kata Doni. (Baca juga: Peneliti UGM Kembangkan Alat Sterilisasi Masker N95)

    Kenikmatan rasa daging ikan laut Ambon, sudah sering berdansa di lidah Doni Monardo. Hanya saja, sebelum-sebelumnya, selalu bercampur dengan rasa dan aroma rempah yang ada dalam bumbu.

    “Sebab, sebelumnya selalu dimasak, atau paling tidak dibakar. Tapi untuk dimakan mentah, terus terang baru pertama kali, apalagi yang mengiriskan langsung dari tangan pak William Wongso,” papar Doni pula.

    Seperti ada kebutuhan khusus seorang Doni Monardo untuk berkampanye makan ikan. Katanya, di saat penyakit sedang melanda, masyarakat butuh imunitas. Tidak boleh panik. Makan harus teratur, olahraga juga harus teratur.

    Ikan adalah salah satu jenis makanan bergizi. Makanya spontan saya tawarkan ke pengelola RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Mereka antusias sekali.

    Hal yang sama ternyata sudah pernah dilakukan Doni Monardo di Natuna, awal Februari 2020. Saat itu, bersama Menko PMK dan Menkes mengkoordinasi pemulangna lebih dari 200 WNI dari Hubei, Wuhan – China.

    Sebelum dikembalikan ke keluarga, mereka dikarantina di pangkalan Kogabwilhan 1 yang ada di Natuna.

    Selama 14 hari masa karantina, hampir tiada hari tanpa makan ikan. “Asal tahu saja ya... bagi yang jarang makan ikan, mungkin tidak bisa membedakan rasa ikan.

    Tetapi bagi yang biasa makan ikan, akan dengan mudah bisa membedakan cita rasa ikan. Ikan kerapu, beda rasanya dengan ikan tongkol, tuna, bandeng, dan lain-lain. Jadi, meski tiap hari makan ikan, tidak akan ada rasa bosan,” papar Doni, fasih.

    Untuk memenuhi kebutuhan ikan bagi 200 lebih WNI yang ada di karantina, pihaknya membeli ikan dari para nelayan Natuna. Ikan-ikan di Natuna juga terbilang masih sangat segar. “Makanya, setelah usai karantina, hasilnya semua sehat, dan bisa kembali ke tengah keluarga dengan aman dan nyaman,” pungkas Doni Monardo.

    Makan ikan yukkkk....(Jeni)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Polri Cinta Petani, Polresta Pekanbaru Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Kebun Warga di Cinta Raja
  • Selidiki Dugaan Korupsi Batu Bara di PLTU Ombilin, Polda Sumbar Bakal Periksa Tiga Perusahaan Pemasok
  • Polres Kampar Berduka, Aiptu Zainal Arifin Tutup Usia
  • Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Polri Cinta Petani, Polresta Pekanbaru Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Kebun Warga di Cinta Raja
    03 Selidiki Dugaan Korupsi Batu Bara di PLTU Ombilin, Polda Sumbar Bakal Periksa Tiga Perusahaan Pemasok
    04 Polres Kampar Berduka, Aiptu Zainal Arifin Tutup Usia
    05 Kodam XIX Tuanku Tambusai Gelar Laporan Awal, Satgasyon 132/Bima Sakti 2026 Dinyatakan Siap Operasi
    06 Kakanwil Ditjenpas Riau Bersama Anggota Komisi XIII DPR RI Tinjau Program Ketahanan Pangan di Rutan Pekanbaru
    07 Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan Distankan Kota Pekanbaru Tandatangani PKS, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Peternakan Ayam Petelur
    08 Polresta Pekanbaru Terima Asistensi dan Verifikasi Lapangan Scaling Up Inovasi Pelayanan Publik Polri
    09 Kapolri Tinjau Pabrik Pupuk Batu Bara Di Kampar – Lepas Distribusi 80 Ton Untuk 5 Kelompok Tani Riau, Kapolres Kampar Awasi Keamanan
    10 Kadis Perkimtan Adi Pranoto Hadir Peresmian Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Ketam Putih
    11 Pemkab Bintan Matangkan Ranperda Pengelolaan Sampah Melalui Konsultasi Publik
    12 Polsek Mandau Gelar Pengelolaan Program Swasembada Pangan Jagung Di Desa Bathin Betuah
    13 Kapolri Serahkan Bantuan Peralatan Karhutla di Riau, Ingatkan Ancaman El Niño dan Prioritaskan Pencegahan
    14 Pekanbaru Menuju Zero Anak Stunting, Pemko Pastikan Intervensi Berlanjut
    15 Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi, Total 110 Unit Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau
    16 Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II, Polresta Pekanbaru Perkuat Akses Warga dan Wujudkan Polri Hadir untuk Masyarakat
    17 Polres Dumai Amankan 220 Butir Diduga Pil Ekstasi, Seorang Pria Ditangkap di Dumai Timur
    18 Polsek Kampar Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan – Tersangka Ditangkap Setelah Larikan Dari Atap
    19 PPK 1.4 Pastikan Pembongkaran Empat Jembatan CH Berjalan Sesuai Kontrak
    20 GEMA Melayu Riau RDPU di DPR RI, Sekjen Dukung Bupati dan DPRD Inhu Segerakan Perda MHA
    21 Polsek Mandau Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Talang Mandi – Satu Tersangka Diamankan, Satu Lagi DPO
    22 Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Pemko Pekanbaru Gelar Bimtek DTSEN Bagi Operator Puskessos
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com