Pidato Prabowo Subianto yang mengutip prediksi bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 tak terlepas dari interesnya maju di Pemilu Presiden " />
 
Home | Politik | Ekonomi | Hukrim | Sport | Lifestyle | Riau | Pekanbaru | Regional | Internasional | Indeks Berita
 
Demi Menang Pilpres,
Prabowo Pidato soal RI Bubar pada 2030?
Senin, 26-03-2018 - 15:21:49 WIB

TERKAIT:
 
 

JAKARTA,SERGAPONLINE.COM - Pidato Prabowo Subianto yang mengutip prediksi bahwa Indonesia akan bubar pada 2030 tak terlepas dari interesnya maju di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Hal itu dikatakan pengamat politik Emrus Sihombing. Dia memandang, pernyataan ketua umum Partai Gerindra itu soal Indonesia bubar terkait dengan konteks timing karena saat ini sudah memasuki tahun politik.

Dosen di Universitas Pelita Harapan itu menambahkan, Prabowo kini masih digadang-gadang oleh kader Gerindra untuk menjadi calon presiden (capres).

"Jadi, pernyataan yang mengutip dari luar itu tidak bisa lepas dari kepentingan Prabowo maju di Pilpres 2019," katanya kepada JPNN, Sabtu (24/3/2018).

Namun, dia pun menilai pernyataan soal Indonesia bubar pada 2030 merupakan warning atau peringatan. Lantaran sebagai warning, meta-meaning atau makna di balik pernyataan itu adalah pesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar tak salah memilih presiden.

"Meta-meaning-nya adalah sama saja bahwa calon presiden atau calon wakil presiden merupakan tokoh yang bisa mengatasi hal itu supaya tidak terjadi," jelasnya.

Meski begitu, sambungnya, pandangan Prabowo yang mengutip asing itu tidak rasional. Pasalnya, mulai 2019 menuju 2030 itu ada 11 tahun yang relatif pendek. Sementara, Indonesia berada pada kondisi ekonomi, politik yang relatif aman dan bagus. Tidak ada gejolak ataupun indikasi yang mengarah Indonesia bubar pada 2030.

"Jadi, pandangan yang dikutip Prabowo  itu prematur karena sulit dipercaya itu bisa terjadi," paparnya.

Oleh sebab itu, imbuhnya, pernyataan Prabowo harus dilihat dari konteks politik. Pasalnya, bagaimanapun mantan Danjen Kopassus itu sebagai politikus juga punya ambisi.

"Tentu, pasti ada agenda politik di balik itu karena dia tokoh politik. Beda kalau yang menyampaikan itu ilmuwan, peneliti, yang tidak mempunyai kepentingan politik sama sekali," tandasnya.(rpc)



 
Berita Lainnya :
  • Kakanwil Kemenkumham Riau Sidak Ke Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan
  • Dibuka Ibu Iriana Jokowi, Ketua TP PKK Provinsi Riau Hadiri Rakornas PKK 2022
  • Pj Bupati Kampar Pimpin Rapat Evaluasi Fisik Dan Keuangan Kegiatan Pembangunan Kabupaten Kampar
  • Gubri Serahkan Bantuan Rp533 Juta Untuk Korban Gempa Cianjur
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Kakanwil Kemenkumham Riau Sidak Ke Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan
    02 Dibuka Ibu Iriana Jokowi, Ketua TP PKK Provinsi Riau Hadiri Rakornas PKK 2022
    03 Pj Bupati Kampar Pimpin Rapat Evaluasi Fisik Dan Keuangan Kegiatan Pembangunan Kabupaten Kampar
    04 Gubri Serahkan Bantuan Rp533 Juta Untuk Korban Gempa Cianjur
    05
    06
    07
    08
    09
    10
    11
    12
    13 Pj Bupati Kampar Lakukan Penanaman dan lepas Ekspedisi Susur Sungai Kampar II
    14
    15
    16
    17
    18
    19
    20 Polsek Tampan Beri Penyuluhan di SMP 45
    21 DPRD Pekanbaru Ingin Penanganan Banjir di 2023 Lebih Serius
    22 Kapolsek Tambang Hadiri Acara Penutupan Lomba Sempena Hari Guru Nasional di Rimbo Panjang
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com