Kabupaten Pelalawan 13 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2006 silam, dinyatakan oleh pemerintah sebagai salah satu dari 12 daerah terti" />
 
 
Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan 5 Langkah Utama Terkait Penguatan Sistem Inovasi
RABU, 07-08-2019 - 23:11:23 WIB šŸ‘ 66861

TERKAIT:
 
  • Pemerintah Kabupaten Pelalawan Melaksanakan 5 Langkah Utama Terkait Penguatan Sistem Inovasi
  •  

    SERGAPONLINE.COM PELALAWAN - Kabupaten Pelalawan 13 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2006 silam, dinyatakan oleh pemerintah sebagai salah satu dari 12 daerah tertinggal di Indonesia. Namun, melalui upaya pendekatan pembangunan yang dilakukan secara perlahan, maka saat ini Kabupaten Pelalawan telah berhasil keluar dari predikat ketertinggalan tersebut.

    Hal tersebut diungkapkan Bupati Pelalawan HM Harris dalam perbincangan dengan awak media di ruang kerjanya belum lama ini.

    Dikatakan bupati, ketertinggalan tersebut saat itu dilihat dari lima indikator yang masih sangat lemah yakni permasalahan pelayanan kesehatan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya bidang pendidikan, infrastruktur desa, rendahnya rasio elektrifikasi dan meningkatnya angka kemiskinan.

    Pendekatan pembangunan yang dilakukan adalah dengan penguatan sistem inovasi, di mana dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melaksanakan 5 langkah utama terkait dengan penguatan sistem inovasi. Langkah tersebut yakni mengembangkan ekosistem kreatifitas dan inovasi daerah, mengembangkan klaster industri unggulan daerah, membangun kawasan teknopolitan, berkembangnya bisnis dan industri inovatif, meningkatkan pemenuhan air bersih, energi bersih, transportasi hijau, dan teknologi informasi serta lingkungan yang berkualitas.

    Melalui pendekatan pembangunan tersebut, maka saat ini Kabupaten Pelalawan telah menunjukkan perkembangan yang cukup memukau. Dimana geliat ekonomi di kabupaten yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kampar ini terus mengalami kemajuan. Pembangunan infrastruktur di daerah yang memiliki motto Tuah Negeri Seiya Sekata ini, juga sangat cepat, begitu pula dengan perkembangan pendidikan, kesehatan, pertanian dan sektor lainnya.

    " Jadi, dengan Inovasi, maka kita terus menggelorakan semangat dan aktifitas berinovasi serta semangat dan aktifitas pembaharuan dalam upaya percepatan penanggulangan permasalahan pembangunan yang dihadapi di kabupaten Pelalawan. Pasalnya, inovasi dipercaya dapat memberikan terobosan-terobosan pembangunan, mewujudkan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya, mengatasi keterbatasan anggaran, serta mendorong adaptasi terhadap globalisasi. Selain itu, inovasi juga diarahkan pada memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, perubahan mindset dan pola kerja pembangunan, serta peningkatan disiplin dan motivasi kerja masyarakat dan aparatur," beber HM Harris.

    HM Harris juga mengungkapkan, bahwa melalui visi 2016-2021 yaitu " Inovasi Menuju Pelalawan EMAS" yang merupakan singkatan dari Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera, maka Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus berkomitmen untuk kemajuan pembangunan Pelalawan. Sedangkan makna dari visi tersebut adalah pembangunan yang didorong oleh upaya, gerakan dan prakarsa inovatif menuju kabupaten Pelalawan yang mandiri dalam ekonomi, aman dan sejahtera dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

    Dalam mewujudkan visi tersebut, ada tujuh program prioritas, salah satunya program Pelalawan Inovatif. Di mana Program Pelalawan Inovatif merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam meningkatkan daya saing daerah melalui pendekatan inovatif dengan membangun kawasan ekonomi baru yang mengintegrasikan industri bernilai tambah tinggi dengan pusat riset dan perguruan tinggi yang disebut Kawasan Teknopolitan Pelalawan sebagai simpul dari Jaringan Inovasi Pelalawan, Riau dan Sumatera.

    " Sedangkan program Pelalawan Inovatif ini, juga telah berdampak pada semakin siapnya daerah Kabupaten Pelalawan menghadapi persaingan global. Dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan juga terus intensif melakukan persiapan, termasuk pada tahun 2015 lalu telah dibangun pembangunan Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang saat ini telah berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Kelapa Sawit Indonesia (STTKSI). Dimana STTKSI ini, menjadi salah satu pilar utama dari kawasan Teknopolitan yang semakin memperlihatkan fungsi dan perannya. Di samping menjalankan proses belajar, mengajar dan penelitian, saat ini STTKSI juga difungsikan untuk menjadi pusat riset dan pusat inovasi kawasan. Dan ini sudah dimulai dengan melakukan inkubasi terhadap temuan teknologi yang ada di daerah ini. Hal tersebut dilakukan dalam upaya komersialisasi hasil riset dan pengembangan Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (PPBT)," urainya.

    Ditambahkan Bupati Pelalawan dua periode ini, bahwa keberadaan STTKSI di Pelalawan ini, juga sangat membantu program pemerintah pusat dalam mengejar kemajuan pembangunan pendidikan Indonesia dengan mendirikan universitas yang ditargetkan. Bahkan, dengan adanya pembangunan STTKSI dikawasan Teknopolitan ini, maka kabupaten Pelalawan juga telah dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan seminar internasional dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-23 pada tahun 2018 lalu. Dimana pelaksanaan seminar internasional ini, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) mewakili Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia Harris Munandar, guru besar dari Tsuba University Jepang, serta puluhan universitas dalam negeri.

    " Selain pembangunan kawasan Teknopolitan Pemkab Pelalawan juga saat ini berencana membangun Pelabuhan Sokoi yang berada di kecamatan Kuala Kampar. Dimana pelabuhan Sokoi ini, merupakan pelabuhan kargo dan mendukung ke kawasan teknopolitan. Dan pembangunan pelabuhan ini juga dalam rangka mendukung program Pemerintah Pusat untuk membuka akses transportasi internasional di wilayah perairan Kabupaten Pelalawan yang bersebrangan dengan Negara Malaysia dan Singapura," ujarnya.

    Jadi, lanjut Harris, dengan kedatangan Menko Kemaritiman pertama lalu di Kabupaten Pelalawan, maka Menko dapat melihat secara langsung keseriusan Pemkab Pelalawan dalam membangun dan mendukung program Nasional dalam persaingan global melalui pembangunan kawasan Teknopolitan. Potensi perkebunan kelapa sawit ini penyumbang terbesar bagi Pelalawan. Teknopolitan milik Pemkab Pelalawan sendiri dikhususkan untuk kelapa sawit. Di kawasan tersebut akan dibagi tiga zona yakni zona pendidikan, riset dan industri. Dan diluar dari program Kabupaten Pelalawan, program Nasional itu bagaimana mendatangkan wisata 20 juta orang pertahun. Dan Pelalawan merupakan bagian dari 20 juta tersebut, sehingga pihaknya berharap adanya dukungan Menko Kemaritiman untuk program pembangunan jalan ke Sokoi - Kukup dan Singapura.

    " Dengan dibukanya pembangunan jalan tersebut, maka terbuka kesempatan para wisatawan datang ke Kabupaten Pelalawan. Karena wisatawan kita juga sudah ke mancanegara yakni wisata Berselancar Bono yang sudah mendunia. Yang kedua Program Pembangunan Nasional, bagaimana mendirikan 100 teknopark seluruh indonesia. Kondisi saat sekarang dari 100 tinggal 60, 60 tinggal 5, lima tersebut adalah termasuk Teknopark yang ada di Kabupaten Pelalawan. Kita harus mendukung ini semua untuk generasi kita ke depannya," sebutnya.

    Yan ketiga, tambah bupati lagi, Program Pembangunan Nasional, Hasil rapat dengan Menristek Dikti bahwa karena Pelalawan ketergantungan perekonomian dengan harga kelapa sawit dipasar dunia, maka Pelalawan harus mandiri. Karena dengan kemandirian ini salah satunya adalah dengan pengolahan kelapa sawit dan sawit merupakan potensi ekonomi masyarakat Pelalawan 70 % di Riau dan 75% khusunya di Kabupaten Pelalawan. Maka Pelalawan harus mandiri menjadi industri turunan.

    " Sekolah Tinggi Teknologi Sawit Indonesia (STTSI) dan kenapa harus di sini, karena potensi di Kabupaten Pelalawan itu ada. Yang kedua tidak ada permasalahan yang dihadapi. Yang ketiga adalah potensi masyarakat ketergantungan di sekolah ini. Mudah-mudahan sekolah tinggi teknologi sawit indonesia ini, tentunya generasi kita kedepannya dan industri hilir khusunya juga bisa berkembang. Begitu juga besok kita ada MoU dengan Pertamina, bagaimana minyak CPO itu bisa menjadi bahan bakar," tuturnya.(Advetorial)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, Satlantas Polres Kampar Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan
  • Buka Mubes Ke-II Kerapatan Empat Suku Kubu, Wabub Rohil Ajak Generasi Muda Lestarikan Adat Melayu
  • Apresiasi dan Terima Kasih untuk Polantas, Tetap Mengabdi di Tengah Guyuran Hujan
  • Dari Modal Rp70 Ribu Hingga Jadi Referensi Akademik Dunia, Buku Muhammad Ja'far Hasibuan Diresmikan di UI
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, Satlantas Polres Kampar Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan
    03 Buka Mubes Ke-II Kerapatan Empat Suku Kubu, Wabub Rohil Ajak Generasi Muda Lestarikan Adat Melayu
    04 Apresiasi dan Terima Kasih untuk Polantas, Tetap Mengabdi di Tengah Guyuran Hujan
    05 Dari Modal Rp70 Ribu Hingga Jadi Referensi Akademik Dunia, Buku Muhammad Ja'far Hasibuan Diresmikan di UI
    06 Berawal dari Uang Jajan Rp3.000, Apin Akhirnya Kembali ke Pelukan Orang Tuanya Berkat Kepedulian Warga dan Kesigapan Personel Polresta Pekanbaru
    07 Tim Ditresnarkoba Polda Sumbar dan Polres Pasbar Gagalkan Peredaran Narkotika, 30 Paket Ganja Kering Siap Edar Disita
    08 Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu Jaringan Internasional, Selamatkan Lebih dari 155 Ribu Jiwa
    09 Pembatasan Truk Bertonase Besar di Air Molek Mulai Dibahas, Ditlantas Polda Riau Tekankan Pemasangan Portal Harus Berdasarkan Regulasi
    10 APJI Hadiri Kegiatan Pembinaan Ormas oleh Kesbangpol Kabupaten Bekasi Dalam Penguatan Peran Organisasi Kemasyarakatan
    11 Delapan Personel Ditlantas Polda Riau Terima Penghargaan Kapolda, Briptu Jessica Ukir Prestasi Nasional di Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026
    12 Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan Bagi Korban Angin Puting Beliung Di Bathin Solapan
    13 Polres Kampar Tangkap Pensiun PNS Terkait Kasus Pencabulan Pada Anak Usia 7 Tahun
    14 Pelaksanaan Sosialisasi Hukum oleh Bidkum Polda Riau, Perkuat Pemahaman Personel Polres Dumai Terhadap KUHP, KUHAP dan Perubahan UU Kepolisian
    15 Ditlantas Polda Riau Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Untuk Pekerjaan Sambungan Tol Permai–Tol Lingkar Pekanbaru
    16 Lapas Pekanbaru Intensif Lakukan Pengejaran Warga Binaan yang Melarikan Diri Libatkan Tim Gabungan Lapas Kanwil dan Kepolisian
    17 Satlantas Polres Kampar Gelar Patroli dan Teguran Humanis, Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas di Kampar Kiri Hilir
    18 Perkuat Sinergi Pemasyarakatan dan Kepolisian, Kakanwil Ditjenpas Riau Audiensi dengan Kapolda Riau
    19 Police Goes to School di MAN 1 Kuok, Satlantas Polres Kampar Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Bagikan Helm SNI
    20 Komitmen Polri dalam Mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas
    21 Wadir intelkam Polda Riau Perkuat Keselamatan Berkendara, Ditlantas Polda Riau Gandeng Maxim dan Jasa Raharja Edukasi Ratusan Driver
    22 Kesbangpol Rohil Mulai Bina Paskibraka Kabupaten 2026
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com