Demi Kemanusiaan
Polsek Tenayan Raya Diminta Tangguhkan Penahanan Seorang Ibu dan 4 Orang Anak
Senin, 14-05-2018 - 11:55:54 WIB 👁 70963

TERKAIT:
 
  • Polsek Tenayan Raya Diminta Tangguhkan Penahanan Seorang Ibu dan 4 Orang Anak
  •  

    SERGAPONLINE.COM, PEKANBARU - Unit Reskrim Polsek Tenayan Raya Kota Pekanbaru-Riau, menahan seorang ibu rumah tangga (IRT) bernisial EW, bersama empat orang anak yang masih kecil atas tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

    Informasi yang diperoleh Wartawan di Mapolsek Tenayan Raya Kota Pekanbaru-Riau, Sabtu (12/05/2018), menyebutkan, bahwa berdasarkan surat perintah penahanan, EW yang setahun lebih itu melahirkan anak keempatnya, ditahan mulai Sabtu (05/05). Namun begitu EW ditahan di Polsek Tenayan Raya pada tanggal 05 Mei 2018, ketiga anak EW yang masih kecil dan satu orang anak yang masih menyusui (asi) memilih tinggal bersama sang ibu mereka EW yang ditahan Polisi.

    Pada tanggal 08 Mei 2018, suami EW bersama tokoh tertua warga Nias di Kota Pekanbaru-Riau yang turut sebagai penjamin dalam penangguhan penahanan terhadap seorang ibu rumah tangga (EW). Namun pihak Polsek Tenayan Raya tidak mengabulkannya dengan alasan,  uang  sebesar Rp20 juta yang diminta pelapor (Farisman), harus dibayar lunas oleh EW (tersangka).

    Suami tersangka (EW), Sianto Daeli yang dikonfirmasi Wartawan, Sabtu (12/05) membenarkan, bahwa istrinya EW ditahan Polsek Tenayan Raya sejak tanggal 5 Mei 2018 lalu, namun lantaran tuduhan yang dipersangkakan itu tidak tepat dan benar makanya kami pasrah dan berencana membicarakan penyelesaian secara kekeluargaan atas musyawarah bersama antara tokoh masyarakat Nias yang ada di Pekanbaru-Riau terlebih dahulu.

    "Kami sudah ajukan permohonan penangguhan penahanan isteri saya itu ke pak Kapolsek Tenayan Raya pada tanggal 8 Mei. Namun sampai hari ini, Sabtu, 12 Mei belum ada jawaban," katanya.

    Suami tersangka (EW), Sianto Daeli mengatakan, ini persoalan kemanusian, dimana anak-anak masih kecil dan tinggal menginap di kantor Polisi sama ibu mereka. Sehingga, pihaknya berupaya agar penahanannya itu bisa ditangguhkan.

    "Mudah-mudahan permohonan penangguhan penahanan itu bisa dikabulkan. Proses hukum tetap berjalan, tapi jangan juga ditahan, memangnya kami mau lari kemana dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini," katanya.

    Fag Zega juga menambahkan, bahwasanya kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dituduhkan kepada EW (ibu rumah tangga), diduga ada rekayasa dan unsur pemerasan, sebab kasus ini tidak memenuhi unsur pidana.

    Kenapa tidak, kasus yang dituduhkan itu sebenarnya kepada EW, berawal dari bisnis jual-beli barang bekas atau kara-kara dari Bukit Tinggi-Sumatera Barat (Sumbar) ke Pekanbaru-Riau yang dimodali oleh Farisman selaku pelapor. Itupun jumlah uang seluruhnya hanya Rp10 juta, pungkas Zega.

    Ketika masalah itu kami bicarakan di kantor Polsek Tenayan Raya pada hari Sabtu (12/05/2018), pihak pelapor tidak mau damai apabila EW (tersangka) tidak mengembalikan kerugian Farisman selaku pelapor sebesar Rp20 juta, karena dia Farisman mengatakan sudah banyak mengeluarkan uang untuk kebutuhan operasional Polsek Tenayan Raya saat berangkat ke Bukit Tinggi Sumatera Barat.

    Masalah itu cukup memprihatinkan memang. Bagimana kita sebagai orang tengah menyelesaikan masalah utang piutang seperti itu kalau pihak pelapor sendiri meminta uang yang tidak pernah diterima EW. Apalagi keluarga EW merasa trauma karena melihat keadaan EW bersama anak-anak itu berada dikantor polisi sejak tanggal 5 Mei 2018 lalu.

    "Olehnya diharapkan agar penyidik jangan tebang pilih dalam penyidikan kasus ini, karena komunikasi pelapor sendiri terhadap EW (tersangka) soal penggunaan uang bisnis jual-beli barang bekas tersebut masih tersimpan atau terdokumentasi dalam sebuah hendphon. Apakah pelapor tersebut benar ditipu EW dengan cara menggelapkan uang Rp10 juta atau ada indikasi lain,” tegasnya.

    Berdasarkan informasi yang diterima awak media, juga telah dimuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di Polsek Tenayan Raya Pekanbaru, EW membenarkan telah menerima kiriman uang dari Pelapor (Farisman) sebesar Rp10.500.000.

    Kegunaan uang sebesar Rp10.500.000 yang diterima EW tersebut, terbagi dua (2) yakni, biaya/ongkos EW sebesar Rp6 juta agar EW pergi dari rumah meninggalkan suaminya.

    Sementara, uang sebesar Rp4 juta lebih lagi digunakan untuk pembayaran barang bekas yang akan ditampung Farisman di Pekanbaru-Riau. Namun, jenis kara-kara (barang bekas) dimaksud belum dikirim EW ke Pekanbaru-Riau, karena  belum seutuhnya terkumpul oleh pihak ketiga yang juga dibayar EW di wilayah daerah Bukit Tinggi-Sumbar.

    Menurut keterangan EW, uang sebesar Rp10.500.000 yang diterima, ditransfer  Farisman selaku pelaku usaha barang bekas (kara-kara) dari Pekanbaru-Riau pada rekening Bank BRI atas nama Erfani. Bahkan EW bersedia untuk mempertanggungjawabkan uang yang diterima dari pelaku usaha barang bekas itu di Pekanbaru-Riau.

    Kapolsek Tenayan Raya, AKP Benny Syaf SH mengatakan, bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu proses perdamaian secara kekeluargaan yang dilakukan kedua belah pihak.

    "Kami sampai sekarang masih menunggu itikad penyelesaian secara kekeluargaan dari pihak keluarga ibu itu. Saya ingin masalah ini cepat diselesaikan, karena kasihan kita melihat anak-anak ibu itu di Polsek," kata AKP Benny Syaf SH. ***










    sumber: harian berantas



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
  • Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
  • Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
  • Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    03 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    04 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    05 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    06 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    07 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    08 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    09 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    10 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    11
    12 41 Perangkat Daerah Meriahkan Karnaval Hari jadi Siak Ke-27
    13 Sambut Hari Jadi ke-27, Pemkab Siak Gelar Sunat dan Nikah Massal
    14 MoU Kebun Masyarakat Rp57 Miliar Diteken, Afni: Hak Plasma Itu Perintah Undang-Undang
    15 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksikan Rp3,18 Triliun, DPRD Targetkan Rampung November
    16 Sekolah Pelalawan Mulai Tatap Muka Terbatas, Kuala Kampar Masih Daring Akibat Kabut Asap
    17 Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal
    18 Subuh Keliling Polsek Kampar Kiri: Hadir di Tengah Warga, Eratkan Silaturahmi Sejak Pagi Hari
    19 Tim Opsnal Polres Pasaman Barat Ringkus Pelaku Pencurian Panel dan Elektrik Alat Berat di Nagari Ophir
    20 Subuh Keliling Kapolsek Kampar Kiri Kompol Nurman Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibnas Yang Kondusif
    21 Puluhan Karyawan PT SPRH Kembali Terancam PHK, Bagaimana Perlindungan Hak Mereka?
    22 Polsek Kampar Kiri Tangkap Warga Desa Subarak Terkait Peredaran Narkoba
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com