Pemprov Riau Dorong Penguatan Puskesmas untuk Pemerataan Layanan Kesehatan
Kamis, 15-10-2026 - 21:45:33 WIB 👁 553
 |
| Foto : Pemerintah Provinsi Riau mendorong penguatan puskesmas dan pemerataan tenaga medis untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas |
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mendorong penguatan puskesmas dan pemerataan tenaga medis untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam menangani pasien sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di Kota Pekanbaru.
Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitasi Kesehatan dengan Pemangku Kepentingan Provinsi Riau Tahun 2026 di Ruang Rapat Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Kamis (15/10/2026).
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menilai pemerataan layanan kesehatan perlu dimulai dari fasilitas yang paling dekat dengan masyarakat. Ketersediaan dokter, sarana yang memadai, dan kemampuan pelayanan puskesmas menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan tanpa harus selalu menuju rumah sakit di pusat kota.
“Kalau puskesmas kita kuat, dokternya tersedia, dan pelayanannya memadai, masyarakat bisa mendapatkan layanan lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Kita perlu memperkuat pelayanan di tingkat dasar agar masyarakat tidak selalu harus menuju rumah sakit di pusat kota,” ujar Syahrial.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan data kesehatan untuk memetakan kebutuhan pelayanan di setiap wilayah. Data tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam menentukan prioritas penguatan fasilitas, termasuk mendukung program pemeriksaan kesehatan gratis dan penanganan penyakit secara lebih terarah.
“Kita harus punya gambaran yang jelas mengenai kebutuhan kesehatan masyarakat di setiap wilayah. Dengan data yang baik, pelayanan di puskesmas bisa disesuaikan dengan kebutuhan warga dan penanganan penyakit dapat dilakukan lebih terarah,” jelasnya.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah II, Nopi Hidayat, mengungkapkan bahwa distribusi dokter, tempat tidur, dan fasilitas kesehatan masih menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Riau. Ketimpangan kapasitas layanan tersebut turut mendorong masyarakat dari berbagai kabupaten/kota mencari pelayanan di Pekanbaru, termasuk untuk kebutuhan yang berpotensi ditangani di fasilitas kesehatan daerah.
Menurut Nopi, penguatan fasilitas kesehatan tingkat pertama perlu disertai peningkatan kompetensi tenaga medis dan pemetaan kapasitas pelayanan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, fasilitas kesehatan dapat memberikan penanganan sesuai kemampuan masing-masing dan proses rujukan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan medis pasien.
“Kami mengusulkan penguatan kompetensi dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama melalui kolaborasi dengan dokter spesialis. Dengan begitu, kasus yang memang bisa diselesaikan di puskesmas dapat ditangani di sana, sedangkan pasien yang membutuhkan layanan lanjutan bisa dirujuk secara tepat,” pungkasnya.
Penguatan layanan kesehatan tingkat pertama juga sejalan dengan upaya meningkatkan pelayanan promotif dan preventif. Melalui pelayanan yang lebih optimal, masyarakat diharapkan memperoleh edukasi, pemeriksaan, dan penanganan awal secara lebih mudah sehingga risiko penyakit dapat dikenali lebih dini.
Pemerintah Provinsi Riau mendorong sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menindaklanjuti kebutuhan tenaga medis, sarana, serta kompetensi layanan di setiap wilayah. Pemerataan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat sekaligus mendukung penggunaan sumber daya kesehatan secara lebih efektif.(rls/res)
Komentar Anda :