Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
Selasa, 13-10-2026 - 15:50:17 WIB 👁 829
 |
| Foto : Tugu Tanjak Tok Beruas mulai dibangun di Universitas Riau |
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU – Upaya melestarikan budaya Melayu di Provinsi Riau terus dilakukan melalui berbagai langkah nyata. Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas di lingkungan Universitas Riau (Unri), yang diharapkan menjadi simbol identitas daerah sekaligus pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga warisan budaya.
Dukungan Pemerintah Provinsi Riau terhadap pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, di Bundaran Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNRI, Selasa (13/10/2026).
Pembangunan tugu ini bukan sekadar menghadirkan elemen baru di kawasan kampus. Lebih dari itu, keberadaannya diharapkan menjadi sarana untuk mendekatkan budaya Melayu dengan kehidupan akademik serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas lokal di kalangan mahasiswa dan generasi muda.
Zulkifli Syukur menyampaikan bahwa pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas merupakan bentuk penghargaan terhadap kekayaan budaya Melayu yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Riau. Menurutnya, pelestarian budaya perlu diwujudkan melalui langkah nyata agar warisan daerah semakin dekat dengan kehidupan generasi muda.
“Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi perlu diwujudkan melalui berbagai bentuk nyata yang dapat dilihat dan dipelajari oleh masyarakat. Pembangunan simbol budaya di kawasan kampus menjadi salah satu cara untuk mendekatkan warisan Melayu kepada generasi muda,” tuturnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan budaya daerah, tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga dengan memperluas wawasan mahasiswa mengenai nilai-nilai dan identitas budaya setempat.
Karena itu, kehadiran Tugu Tanjak Tok Beruas di lingkungan UNRI diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal, memahami, dan menghargai simbol serta nilai-nilai budaya Melayu.
“Dengan pembangunan tugu tersebut, dapat menjadi bagian dari upaya bersama antara pemerintah daerah dan Universitas Riau dalam merawat identitas lokal. Sinergi tersebut diharapkan terus berkembang melalui berbagai kegiatan yang mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat karakter generasi muda,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Sri Indarti, menyampaikan bahwa pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas merupakan bagian dari upaya menghadirkan identitas budaya daerah di lingkungan kampus. Menurutnya, keberadaan tugu tersebut diharapkan memperkaya lingkungan universitas sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya Melayu.
“Kampus tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan nilai-nilai budaya dan karakter mahasiswa. Karena itu, pembangunan elemen budaya di kawasan universitas dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada sivitas akademika,” ujarnya.
Sri Indarti berharap pembangunan tugu tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak agar dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang. Kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pelestarian budaya Melayu di Riau.
“Melalui pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas, Universitas Riau berharap semangat menjaga identitas budaya dapat tumbuh seiring dengan kemajuan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan demikian, kampus dapat terus menjadi ruang yang mendukung lahirnya generasi berwawasan luas tanpa melupakan akar budaya daerah,” pungkasnya dikutip dari MCRiau.
Pembangunan Tugu Tanjak Tok Beruas di lingkungan UNRI diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat eksistensi budaya Melayu di tengah perkembangan zaman. Kehadirannya juga menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan dan ilmu pengetahuan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas serta warisan budaya daerah.(rls/res)
Komentar Anda :