Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
Selasa, 13-10-2026 - 09:51:01 WIB 👁 377
 |
| Foto : Pekanbaru diselimuti kabut tebal |
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU – Kabut tebal yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Selasa (13/10/2026) pagi, berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru. Jarak pandang yang terbatas menyebabkan dua penerbangan tujuan Jakarta mengalami penundaan.
Berdasarkan pembaruan kondisi operasional bandara pada pukul 07.03 WIB, jarak pandang atau visibility di kawasan bandara terpantau berkisar 100 hingga 550 meter akibat kabut tebal.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, melalui Branch Communication & CSR Bandara SSK II Pekanbaru, Meta Harahap, menyampaikan bahwa dua penerbangan yang mengalami penundaan adalah AirAsia dengan nomor penerbangan IP329 dan Citilink dengan nomor penerbangan QG937. Kedua penerbangan tersebut melayani rute Pekanbaru menuju Jakarta.
"Jarak pandang terpantau berada pada rentang 100-550 meter akibat kondisi kabut," ujar Meta Harahap kepada halloriau, Selasa (13/10/2026).
Selain mengakibatkan penundaan keberangkatan, kondisi cuaca tersebut juga berdampak pada aktivitas kedatangan pesawat. Hingga pukul 07.03 WIB, belum ada pesawat yang mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru.
Pihak bandara terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihak maskapai, serta pemangku kepentingan terkait untuk memastikan operasional penerbangan berjalan sesuai ketentuan keselamatan.
"Aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," ungkapnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kabut tebal yang menyelimuti Pekanbaru pada pagi hari tersebut merupakan fenomena fog atau kabut.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, mengatakan jarak pandang di sejumlah lokasi sempat turun hingga sekitar 100 meter, disertai kelembapan udara yang mencapai 100 persen.
"Pagi ini fog dengan jarak pandang tercatat hanya sekitar 100 meter dengan kelembapan udara mencapai 100 persen," ujar Deby, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, tingginya kelembapan udara membuat jarak pandang di sekitar lokasi menjadi sangat terbatas. Kondisi tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.
BMKG pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika melintasi kawasan yang diselimuti kabut tebal. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang yang pendek dapat menyulitkan pengamatan terhadap kendaraan maupun kondisi jalan di depan.
Meski demikian, kondisi kabut diperkirakan dapat berangsur berkurang seiring menurunnya kelembapan udara.
"Seiring waktu saat kelembapan udara sudah turun kekaburan udara akan berkurang," pungkasnya.(rls/res)
Komentar Anda :