Kembali Udara Pekanbaru Tak Sehat, PM2.5 Tinggi dan Asap Masih Mengancam
Senin, 05-10-2026 - 11:07:26 WIB 👁 3781
 |
| Foto : Ilustrasi kualitas udara Pekanbaru tak sehat |
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Senin (5/10/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 88,5 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB dan membuat kualitas udara berada dalam kategori Tidak Sehat.
Kondisi tersebut menunjukkan paparan partikulat halus masih cukup tinggi sejak dini hari. Forecaster On Duty BMKG, Ranti Kurniati, mengatakan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru berada pada level tinggi hingga pagi hari.
"Berdasarkan pemantauan kualitas udara, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru sejak pukul 00.00 hingga 08.00 WIB berada pada rentang 56,4 hingga 101,7 µg/m³. Kondisi tersebut menunjukkan paparan partikulat di udara masih cukup tinggi pada pagi hari," kata Forecaster On Duty BMKG, Ranti Kurniati.
Memburuknya kualitas udara ini terjadi di tengah potensi kekaburan udara akibat asap yang masih diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Riau. Kondisi tersebut juga dipengaruhi sebaran hotspot di Sumatera yang hingga kini masih terpantau dalam jumlah cukup besar.
BMKG mencatat terdapat 2.804 hotspot di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 2.196 titik. Berikutnya Bangka Belitung dengan 296 titik, Lampung 185 titik dan Jambi sebanyak 114 titik.
"Sementara itu, hotspot di Riau terpantau sebanyak tujuh titik. Titik panas tersebut tersebar di lima daerah, yakni tiga titik di Indragiri Hilir serta masing-masing satu titik di Kuantan Singingi, Pelalawan, Kampar dan Indragiri Hulu," urainya.
Meski kualitas udara memburuk, kondisi cuaca Riau pada Senin masih berpotensi diwarnai hujan di sejumlah wilayah. Pada pagi hari, udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan.
Berdasarkan pantauan radar BMKG, hujan ringan hingga sedang terpantau terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu dan Kampar.
Memasuki siang hingga sore, potensi kekaburan udara akibat asap masih ada. Di saat yang sama, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kepulauan Meranti, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis dan Kota Dumai.
"Hujan berpeluang semakin meluas pada sore hingga malam hari. BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi hampir di seluruh wilayah Riau, meski potensi udara kabur akibat asap masih perlu diwaspadai," jelasnya.
Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kampar, Kuantan Singingi, Bengkalis, Siak dan Kota Pekanbaru.
Selain hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem. Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kampar dan Kota Dumai pada sore serta malam hingga dini hari.
"Suhu udara Riau diprakirakan berada pada kisaran 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 50 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam dan berpotensi memengaruhi penyebaran asap di wilayah terdampak," imbuhnya dikutip dari MCRiau.
Dengan konsentrasi PM2.5 yang masih berada dalam kategori Tidak Sehat, kondisi udara di Pekanbaru perlu terus dipantau. Terlebih, potensi kekaburan akibat asap masih muncul dalam prakiraan cuaca Riau.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas belajar di Kota Pekanbaru tetap berlangsung dengan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Untuk mengantisipasi dampak buruk paparan udara, siswa diwajibkan menggunakan masker selama mengikuti kegiatan pembelajaran.
Kondisi udara yang belum membaik membuat masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan udara luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.(rls/rest)
Komentar Anda :