Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Riau Kembali Memburuk di Sejumlah Daerah
Jumat, 02-10-2026 - 21:45:18 WIB 👁 6897
Foto : Kabut asap kembali selimuti Riau
TERKAIT:
 
  • Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Riau Kembali Memburuk di Sejumlah Daerah
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Kualitas udara di Provinsi Riau pada Jumat (2/10/2026) menunjukkan kondisi yang tidak merata.

    Sejumlah wilayah masih menghadapi paparan polutan tinggi, dengan Kampar dan Siak menjadi daerah yang mencatat konsentrasi PM10 tertinggi hingga masuk kategori sangat tidak sehat.

    Berdasarkan data pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), konsentrasi PM10 di Stasiun Kampar Bangkinang mencapai 255 mikrogram per meter kubik pada pukul 15.00 WIB. Angka tersebut berada pada kategori sangat tidak sehat.

    Pada waktu yang sama, konsentrasi PM2,5 di lokasi tersebut mencapai 170 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori tidak sehat.

    Kondisi hampir serupa tercatat di Stasiun Siak Bunga Raya. PM10 mencapai 243 mikrogram per meter kubik, juga dalam kategori sangat tidak sehat.

    Sementara PM2,5 berada pada level 159 mikrogram per meter kubik atau kategori tidak sehat.

    Pekanbaru juga belum sepenuhnya terbebas dari persoalan kualitas udara. Di Stasiun Tenayan Raya, konsentrasi PM10 mencapai 120 mikrogram per meter kubik, masuk kategori tidak sehat.

    Sedangkan PM2,5 tercatat 83 mikrogram per meter kubik dan berada pada kategori sedang.

    Perbedaan angka tersebut memperlihatkan bahwa kualitas udara tidak dapat digeneralisasi berdasarkan kondisi satu wilayah saja.

    Ketika satu daerah mengalami perbaikan, wilayah lain masih dapat menghadapi konsentrasi partikulat yang tinggi.

    Kondisi serupa terlihat di Bengkalis. PM10 mencapai 127 mikrogram per meter kubik atau kategori tidak sehat, sedangkan PM2,5 berada pada level 90 mikrogram per meter kubik dalam kategori sedang.

    Di Indragiri Hilir, tekanan polusi terlihat lebih kuat pada dua parameter sekaligus. PM10 mencapai 148 mikrogram per meter kubik, sementara PM2,5 mencapai 140 mikrogram per meter kubik. Keduanya masuk kategori tidak sehat.

    Di sisi lain, kondisi kualitas udara tidak terjadi secara seragam di seluruh Riau.

    Data pemantauan menunjukkan wilayah Rokan Hilir memiliki PM10 sebesar 40 mikrogram per meter kubik dan PM2,5 sebesar 41 mikrogram per meter kubik, yang berada pada kategori sedang.

    Kondisi paling rendah tercatat di Dumai. Konsentrasi PM10 hanya 2 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM2,5 berada pada angka 11 mikrogram per meter kubik. Kedua parameter tersebut masuk kategori baik.

    Data tersebut menunjukkan adanya kesenjangan kualitas udara yang cukup lebar antardaerah.

    Pada saat Dumai berada dalam kategori baik, Kampar dan Siak justru mencatat konsentrasi PM10 yang lebih dari dua ratus mikrogram per meter kubik.

    Perbedaan kualitas udara tersebut berkaitan dengan dinamika polusi partikulat yang tidak hanya ditentukan oleh curah hujan di lokasi tertentu.

    Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sumatera KLH, Zamzami sebelumnya menjelaskan, kualitas udara Riau turut dipengaruhi suplai asap dari wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.

    Pergerakan angin dapat membawa asap dari satu wilayah menuju daerah lainnya sehingga konsentrasi polutan tidak selalu mengikuti lokasi titik kebakaran.

    Artinya, turunnya hujan atau nihilnya titik panas di suatu daerah tidak serta-merta membuat kualitas udara di daerah tersebut langsung kembali normal.

    Partikel pencemar yang sudah berada di atmosfer serta asap yang bergerak dari wilayah lain tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.

    Karena itu, kondisi udara Riau pada 2 Oktober 2026 menunjukkan bahwa pemantauan kualitas udara harus dilakukan secara spesifik berdasarkan wilayah, bukan hanya melihat kondisi provinsi secara keseluruhan.

    Bagi masyarakat, angka PM10 dan PM2,5 pada masing-masing stasiun pemantauan menjadi indikator penting untuk mengetahui tingkat paparan polusi udara di lingkungan sekitar.

    Sementara bagi pemerintah, perbedaan ekstrem antarwilayah menjadi dasar penting untuk menentukan respons pengendalian pencemaran dan dampak karhutla secara lebih terukur.(rls/rest)




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Dit Intelkam Polda Riau dan BPDOB-RP Kota Dumai Bersinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas
  • Lapas Pekanbaru Ikuti Rapat Anev Ditjenpas Dan Koordinasi Pembentukan Pusat Rehabilitasi, Perkuat Sinergi Dan Kinerja Pemasyarakatan
  • DPRD Riau Minta Pemda Sediakan Rumah Oksigen Antisipasi Dampak Kabut Asap
  • Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, Ini 5 Lokasi Posko Kesehatan dan Jam Layanannya
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Dit Intelkam Polda Riau dan BPDOB-RP Kota Dumai Bersinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas
    03 Lapas Pekanbaru Ikuti Rapat Anev Ditjenpas Dan Koordinasi Pembentukan Pusat Rehabilitasi, Perkuat Sinergi Dan Kinerja Pemasyarakatan
    04 DPRD Riau Minta Pemda Sediakan Rumah Oksigen Antisipasi Dampak Kabut Asap
    05 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, Ini 5 Lokasi Posko Kesehatan dan Jam Layanannya
    06 Markarius Anwar Reshuffle 19 Pejabat Pemko Pekanbaru, Ini Posisi yang Berubah
    07 Di Tengah Kabut Asap, Disdik Kampar Belum Terapkan PJJ
    08 Renovasi & Bantuan Lengkap Kapolres Kampar Tinjau Kelas Jauh SDN 007 Desa Sungai Agung
    09 Kakanwil Riau Perkuat Pengamanan dan Kepatuhan Internal di Seluruh UPT
    10 Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kampar Silaturahmi ke Kediaman Ketua DWP Provinsi Riau
    11 Jarak Pandang Rendah, Dua Penerbangan dari Jakarta Menuju Pekanbaru Gagal Mendarat
    12 Masih Ada Jabatan Plt, DPRD Pekanbaru Minta Segera Didefinitifkan
    13 Kajian Tuntas, Pemkab Rohul Siapkan Rekonstruksi Istana Raja Rambah
    14 Konflik Lahan PT Sedora dengan Koperasi dan Masyarakat, Wabup Rohil Pimpin Mediasi
    15 9.932 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Terpapar Kabut Asap
    16 Harga Cabai Melonjak, Pemko Pekanbaru Siapkan Intervensi Ongkos Angkut dari Daerah Penghasil
    17 Kualitas Udara Terus Memburuk, Puskesmas dan Rumah Sakit di Pekanbaru Siaga Layani Warga
    18 Riau Diselimuti Asap, BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Guyur Sejumlah Daerah
    19 Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Tata Kelola dan Kinerja UPT
    20 Kakanwil Ditjenpas Riau Lantik 135 PNS, Tekankan Integritas dan Pengabdian
    21 Sekda Ronny Kartika Buka FGD RDTR dan Konsultasi Publik KLHS, Dorong Tata Ruang Dukung Investasi Berkelanjutan
    22 Perkuat Evaluasi dan Sinergi, Lapas Perempuan Pekanbaru Ikuti Rapat Analisis dan Evaluasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com