Gubernur Riau Ajak Mahasiswa Jadi Agen Persatuan dan Perangi Narkoba di Dialog Kebangsaan
Rabu, 26-03-2026 - 17:21:09 WIB 👁 10513
 |
| Foto: Gubernur Riau, Abdul Wahid saat menghadiri Dialog Kebangsaan
|
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Gubernur Riau, Abdul Wahid, menghadiri Dialog Kebangsaan yang melibatkan ratusan perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Provinsi Riau. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Komplek Kediaman Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, Rabu (26/3/2025), ini bertujuan untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kebangsaan di tengah tantangan zaman.
Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Eddy Hartono, serta anggota DPR RI, Mafirion dan Siti Aisyah. Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
Dalam sambutannya, Gubernur Abdul Wahid mengaku bangga karena Provinsi Riau dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan yang sarat nilai kebangsaan ini.
"Kami merasa bangga bisa menjadi tuan rumah kegiatan penting seperti ini. Semoga forum ini bisa merajut kembali nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat semangat persatuan di tengah masyarakat," ujarnya.
Gubernur juga menyoroti isu radikalisme dan terorisme yang masih menjadi ancaman nyata bagi bangsa. Ia mengingatkan bahwa pemikiran ekstrem dan tertutup dapat memicu konflik horizontal yang berbahaya.
"Riau pernah menjadi salah satu wilayah rawan aksi terorisme. Namun, syukur alhamdulillah, sekarang indeks kerukunan beragama kita sudah menempati posisi kedua secara nasional," jelas Wahid.
Ia menilai bahwa dialog terbuka di semua lapisan masyarakat menjadi kunci utama dalam merawat persatuan dan toleransi. Oleh karena itu, ia mendorong agar kegiatan serupa digelar secara rutin, bahkan hingga ke daerah-daerah perbatasan.
"Kalau perlu, dialog seperti ini dilakukan sebulan sekali, tidak hanya di Pekanbaru, tapi juga di seluruh kabupaten, apalagi yang berbatasan langsung dengan negara lain," tambahnya.
Selain isu radikalisme, Wahid juga menyoroti peredaran narkoba sebagai ancaman serius yang merusak generasi muda. Ia menyebut narkoba sebagai bentuk baru terorisme yang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
"Narkoba kini telah menjadi bentuk lain dari terorisme. Ini ancaman besar, terutama karena posisi geografis Riau yang strategis dan banyaknya pelabuhan tikus yang rawan disusupi," ujarnya.
Gubernur mengungkapkan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) guna memperkuat pengawasan terhadap jalur-jalur peredaran narkoba. Ia menekankan bahwa perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh aparat, melainkan memerlukan peran aktif masyarakat, terutama mahasiswa.
"Mahasiswa harus menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Jangan hanya fokus pada isu ideologi, tetapi juga ikut dalam perjuangan memberantas narkoba," pungkasnya.
Dialog ini diharapkan menjadi titik awal yang lebih intens dalam membangun sinergi antara pemerintah dan generasi muda demi menjaga keutuhan bangsa dan masa depan Riau yang lebih baik. ADV
Komentar Anda :