Gubernur Riau Tanam 10.000 Pohon di Dumai, Gaungkan Gerakan Melindungi Tuah, Menjaga Marwah
Kamis, 27-03-2026 - 17:11:09 WIB 👁 4349
 |
| Foto: Gubernur Riau Abdul Wahid
|
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Upaya pelestarian lingkungan di Provinsi Riau kembali diperkuat dengan aksi nyata. Gubernur Riau Abdul Wahid bersama Wakil Gubernur SF Hariyanto dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menanam 10.000 pohon di kawasan Bandara Pinang Kampai, Dumai, Kamis (27/3/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Polda Riau dengan tema besar “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah” sebagai simbol komitmen menjaga warisan alam Bumi Lancang Kuning.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh nasional, akademisi sekaligus filsuf Rocky Gerung, mantan Gubernur Riau Rusli Zainal, serta para pejabat penting seperti Danrem, Kejari, Danlanud, Forkopimda, Bupati Bengkalis, Wakil Bupati Dumai, hingga perwakilan mahasiswa. Kehadiran para tokoh ini disambut hangat dengan tradisi adat Melayu, termasuk penyematan tanjak oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Dumai.
Dalam sambutannya, Gubernur Abdul Wahid menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi momok tahunan di Riau.
“Penanaman pohon adalah langkah preventif yang sangat penting. Riau termasuk daerah yang rawan karhutla, sehingga perlu ada kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan,” ungkap Wahid.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah mengambil langkah konkret dengan menandatangani komitmen siaga bencana karhutla. Diprediksi, potensi kebakaran akan meningkat pada bulan Mei mendatang seiring dengan perubahan cuaca ekstrem.
“Gerakan ini bukan sekadar simbolis. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama mencegah karhutla dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan dan perekonomian,” jelasnya.
Data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir, kebakaran hutan dan lahan telah menyebabkan kerugian ekonomi mencapai Rp1,5 triliun. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya menjadi sangat penting.
Bibit pohon yang ditanam dalam kegiatan ini akan disebar ke berbagai wilayah seperti Dumai, Bengkalis, dan Siak, dengan harapan mampu memulihkan lahan kritis dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Ini baru permulaan. Kami akan terus dorong gerakan penghijauan dan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Semoga ini menjadi inspirasi bagi daerah lain,” tutup Wahid.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan, Provinsi Riau kembali menegaskan komitmennya untuk melestarikan alam demi generasi mendatang.ADV
Komentar Anda :