Kampar Siaga Satu Karhutla: Ahmad Yuzar Tegaskan Larangan Buka Lahan Dengan Membakar
SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Di bawah terik matahari Lanud Roesmin Nurjadin, Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos, MT, berdiri tegap mengikuti Apel Nasional Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2026, Kamis (5/3).
Kehadirannya bukan sekadar seremonial, melainkan penegasan komitmen Kabupaten Kampar dalam menjaga Riau dari ancaman polusi asap.
Apel besar ini dipimpin langsung oleh Menko Polkam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Dalam arahannya, Djamari menekankan bahwa Presiden menaruh perhatian serius pada titik-titik rawan api, terutama di wilayah gambut.
"Mitigasi dan pencegahan harus dilakukan sejak dini. Jangan tunggu api membesar baru bergerak.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus kita siapkan, dan kanal-kanal di lahan gambut wajib diisi air agar tetap lembap dan tidak mudah terbakar," tegas Menko Polkam saat meninjau barisan personel.
Usai melakukan pengecekan alat pemadam dan pasukan lintas sektor - mulai dari TNI, Polri, hingga Manggala Agni - Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyatakan kesiapannya untuk menerjemahkan instruksi pusat ke level daerah.
Mengingat Kampar memiliki zona gambut yang luas, ia menilai sinergi adalah kunci utama.
"Kami di Kabupaten Kampar sepenuhnya mendukung langkah pusat. Melalui apel ini, saya instruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan.
Musim kemarau sudah di depan mata, kesiapan sarana dan SDM kita harus dalam kondisi prima," ujar Ahmad Yuzar di sela-sela kegiatan.
Tak hanya soal teknis pemadaman, Ahmad Yuzar juga memberikan pesan menyentuh bagi warga di tingkat tapak. Beliau mengimbau masyarakat untuk mengubah cara pandang dalam mengelola lahan.
"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Kampar, mari kita jaga alam kita. Tolong, jangan membuka lahan dengan cara membakar.
Dampak kabut asap itu merugikan kita semua—kesehatan anak cucu kita dan ekonomi daerah taruhannya," tambahnya dengan nada serius.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kampar berkomitmen memperkuat patroli terpadu dan sosialisasi masif di desa-desa rawan. Fokus utamanya adalah memastikan respons cepat (quick response) jika ditemukan titik api sekecil apa pun.
Mei
Komentar Anda :