"Perang Total Melawan Narkotika di Mandau, SPI Bengkalis Dukung Langkah Berani Kapolres"
Kamis, 05-03-2026 - 19:10:21 WIB 👁 6069
 |
| Teks Foto : Wakil Ketua DPD SPI Bengkalis, Robby Leonardo, saat memberikan keterangan pers terkait dukungannya terhadap langkah tegas Polres Bengkalis dalam memberantas jaringan narkotika di wilayah Duri dan sekitarnya, Kamis (5/3/2026).” |
SERGAPONLINE.COM BENGKALIS - Genderang perang terhadap peredaran narkotika di Negeri Junjungan kian nyaring terdengar. Langkah agresif jajaran Polres Bengkalis dalam menggulung jaringan barang haram, khususnya di wilayah Duri, Kecamatan Mandau, menuai gelombang dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Wakil Ketua DPD Serikat Pers Republik Indonesia (SPI) Kabupaten Bengkalis, Robby Leonardo, secara terbuka melontarkan pujian atas konsistensi aparat penegak hukum. Ia menilai, di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Fahrian Saleh Siregar, polisi menunjukkan nyali besar dalam membersihkan wilayah dari polusi narkoba.
“Saya angkat topi untuk Kapolres Bengkalis dan jajarannya. Pergerakan mereka dalam beberapa bulan terakhir sangat masif, terutama di Mandau. Ini bukan sekadar tugas rutin, tapi bukti nyata aparat sedang membentengi masa depan anak cucu kita dari kehancuran,” ungkap Robby saat diwawancarai, Kamis (5/3/2026).
Robby yang juga pimpinan salah satu media siber ini menegaskan bahwa dalam urusan narkotika, tidak boleh ada ruang untuk negosiasi. Ia meminta aparat untuk tidak ragu mengeksekusi siapapun yang terlibat dalam mata rantai distribusi zat terlarang tersebut.
“Narkoba ini perusak peradaban. Pesan saya tegas: sikat semuanya! Mau itu bandar besar, kurir, atau pengedar kecil, sikat tanpa pandang bulu. Jangan beri ruang napas bagi mereka yang merusak masyarakat,” cetusnya dengan nada bicara tegas.
Lebih jauh, ia memberikan peringatan keras terkait adanya potensi 'main mata' antara oknum tertentu dengan jaringan narkoba. Robby menyoroti bahwa pengkhianatan terbesar adalah ketika mereka yang seharusnya menjadi garda depan justru menjadi pelindung para kriminal.
“Sangat memalukan jika ada oknum aparat, pejabat, atau bahkan oknum wartawan yang justru mencoba menjadi 'benteng' bagi jaringan narkoba. Jika ada yang terbukti bermain, tidak ada kata lain selain tindak tegas sesuai hukum. Itu noda besar bagi profesi, terutama bagi kami di dunia pers,” tambahnya.
Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab moral sebagai mata dan telinga publik. Jika seorang jurnalis justru terseret atau melindungi lingkaran hitam narkoba, hal itu merupakan pengkhianatan terhadap marwah profesi jurnalistik.
Di akhir penyampaiannya, Robby mengajak masyarakat luas untuk tidak menjadi penonton. Ia menekankan bahwa sinergi antara kepolisian dan keberanian warga dalam melapor adalah kunci utama memenangkan perang ini.
“Polisi tidak bisa jalan sendiri. Kita semua harus punya keberanian untuk melapor jika melihat ada aktivitas mencurigakan. Dengan dukungan rakyat, kita bisa pastikan Bengkalis bersih dari narkoba,” tutupnya.
Padil
Komentar Anda :