Sudah Empat Tahun Sampah Menumpuk di Desa Tarai Bangun, Warga Desak Bupati Kampar Evaluasi Kinerja DLHK
Selasa, 24-02-2026 - 10:28:41 WIB 👁 10885
Foto: Lokasi Sampah di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, (23/2/2026). Dok: Hadi Zega
TERKAIT:
 
  • Sudah Empat Tahun Sampah Menumpuk di Desa Tarai Bangun, Warga Desak Bupati Kampar Evaluasi Kinerja DLHK
  •  

    SERGAPONLINE.COM KAMPAR - Permasalahan penumpukan sampah di lingkungan warga Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau, hingga kini belum mendapat solusi. Warga menilai kondisi tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih empat tahun tanpa penanganan serius dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Kampar.

    Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (23/2/2026), terlihat tumpukan sampah berada di area yang sangat dekat dengan aliran sungai dan pemukiman warga. Kondisi ini dinilai berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat.
    Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut telah berlangsung lama. Namun hingga kini belum ada tindakan tegas maupun solusi dari pihak terkait.
    “Keberadaan sampah ini sangat meresahkan. Bau yang ditimbulkan sangat menyengat, apalagi jaraknya dekat dengan rumah warga. Jika hujan turun, sampah sering meluap dan terbawa ke sungai. Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan dan mencari solusi,” ujar salah seorang warga.
    Warga juga meminta Bupati Kampar melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala DLHK Kabupaten Kampar. Mereka berharap adanya langkah nyata dalam menangani persoalan pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
    Menurut warga, tugas dan fungsi DLHK meliputi pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, rehabilitasi, konservasi alam, serta pengelolaan sampah dan limbah. Namun mereka menilai peran tersebut belum berjalan optimal.
    Sementara itu, saat dikonfirmasi, Khairul Hasbi selaku pengelola sampah di lokasi tersebut membenarkan bahwa tempat pembuangan sampah tersebut belum memiliki izin resmi. Ia menyebut aktivitas pembuangan dilakukan atas persetujuan pihak desa dan sepengetahuan DLHK Kabupaten Kampar.
    “Izin resmi memang belum ada. Kami melakukan pengelolaan karena lokasi TPA resmi berada cukup jauh, yakni di wilayah Bangkinang. Biaya operasional menjadi kendala. Saat ini kami memungut iuran Rp15.000 per kepala keluarga untuk operasional pengangkutan sampah,” jelasnya.
    Ia juga menyampaikan bahwa pengelolaan sampah tersebut bertujuan mencegah sampah berserakan di jalan. Selain itu, pihaknya memberdayakan warga yang belum memiliki pekerjaan.
    “Jika pemerintah melarang, kami siap menghentikan. Namun harus ada solusi pengelolaan sampah bagi masyarakat,” tambahnya.
    Ketua Umum LSM Masyarakat Pendukung Pembangunan Riau (MAMPIR), Haryanto, turut menyoroti permasalahan tersebut. Ia menyayangkan belum adanya langkah konkret dari DLHK Kabupaten Kampar dalam mengatasi persoalan lingkungan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
    “Kondisi ini berpotensi mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat. Kami menilai ada unsur pembiaran. Hal ini juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah,” tegasnya.
    Ia merujuk Pasal 29 ayat (1) huruf e yang melarang setiap orang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan maupun denda.
    LSM MAMPIR juga meminta Bupati Kampar segera memerintahkan DLHK untuk menghentikan aktivitas pembuangan sampah ilegal tersebut serta mencari solusi jangka panjang.
    “Kami dalam waktu dekat akan melaporkan persoalan ini kepada aparat penegak hukum agar dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat,” ujarnya.
    Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis agar persoalan pengelolaan sampah di Desa Tarai Bangun dapat diselesaikan secara komprehensif, demi menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

    Penulis: Hadi Zega




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
  • DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
  • Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
  • SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    03 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    04 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    05 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    06 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    07 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    08 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    09 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    10 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    11 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    12 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    13 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    14 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    15 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    16
    17 41 Perangkat Daerah Meriahkan Karnaval Hari jadi Siak Ke-27
    18 Sambut Hari Jadi ke-27, Pemkab Siak Gelar Sunat dan Nikah Massal
    19 MoU Kebun Masyarakat Rp57 Miliar Diteken, Afni: Hak Plasma Itu Perintah Undang-Undang
    20 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksikan Rp3,18 Triliun, DPRD Targetkan Rampung November
    21 Sekolah Pelalawan Mulai Tatap Muka Terbatas, Kuala Kampar Masih Daring Akibat Kabut Asap
    22 Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com