SERGAPONLINE.COM BATAM - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Batam yang berlokasi di Jalan Bukit Smart Punggur, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, kini menghadapi persoalan serius terkait penumpukan sampah yang tidak kunjung diangkut oleh petugas kebersihan Kota Batam.
Kepala SMAN 21 Batam, Heni Aprianie, mengungkapkan kepada media bahwa tumpukan sampah sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Pihak sekolah, kata Heni, telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, namun hingga kini belum ada tindakan nyata di lapangan.
> “Sampah yang terus menumpuk tidak hanya mengganggu kebersihan dan estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan siswa dan guru,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Heni menambahkan, bau menyengat dari tumpukan sampah telah mengganggu proses belajar mengajar. Kondisi ini, menurutnya, sangat memprihatinkan bagi sebuah institusi pendidikan.
“Sekolah seharusnya menjadi contoh kebersihan. Namun kondisi seperti ini justru membahayakan. Kami berharap DLH segera mengambil langkah konkret,” tegasnya.
LSM Bara ApiDesak DLH Bertindak. Menanggapi situasi tersebut, Ketua DPD LSM Barisan Rakyat Anti Korupsi (BARA API) Kota Batam, Bazo Halawa, meminta DLH untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan sampah yang menumpuk di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus menjadi tempat belajar yang bersih dan nyaman. Kami mendesak DLH Kota Batam untuk segera mengangkut sampah, tidak hanya di SMAN 21 tetapi juga di seluruh sekolah di Batam,” tegasnya.
Menurut BARA API, persoalan sampah di Kota Batam belakangan ini mendapat sorotan publik karena sejumlah faktor, mulai dari armada pengangkut yang rusak dan tidak memadai hingga sistem pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum optimal.
LSM Akan Surati DLH Terkait Transparansi Anggaran
Bazo Halawa menegaskan bahwa pihaknya juga akan melayangkan surat resmi kepada DLH Kota Batam untuk meminta penjelasan terkait penggunaan anggaran kebersihan yang dinilai cukup besar namun tidak terlihat efektivitasnya di lapangan.
“Kami meminta DLH untuk lebih transparan dalam penggunaan anggaran dan lebih proaktif menangani masalah kebersihan lingkungan. Supremasi hukum harus ditegakkan demi pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.
Kondisi Lapangan. Berdasarkan pantauan, tumpukan sampah terlihat menumpuk di area depan halaman sekolah dan menimbulkan aroma tidak sedap. Kondisi ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kesehatan bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
Editor: Detaris Gulo
Komentar Anda :