Teka-Teki Kehadiran Mahfud Md di Istana: Dipanggil Mendadak, Disiapkan Jadi Anggota Komite Reformasi Polri?
Jumat, 07-11-2025 - 17:48:21 WIB š 4151
SERGAPONLINE.COM JAKARTA – Suasana sore di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/11/2025), mendadak ramai oleh kehadiran sejumlah tokoh hukum dan mantan pejabat tinggi negara. Di antara mereka tampak Mahfud Md, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, yang tiba mengenakan setelan jas dan dasi biru muda.
Kehadiran Mahfud bukan tanpa alasan. Di tengah kabar pembentukan Komite Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo Subianto, banyak pihak meyakini dirinya akan dilantik sebagai salah satu anggota komite tersebut.
Namun saat ditanya wartawan, Mahfud memilih bersikap santai.
“Ya, saya enggak tahu mau diapain, hanya disuruh datang saja. Tadi malam ditelepon, katanya pakai jas. Ya saya datang,” ujarnya sambil tersenyum di halaman Istana.
Meski mengaku belum mengetahui detail posisinya, Mahfud tak menampik bahwa dirinya sudah mendengar pembicaraan soal pembentukan komite itu sejak sekitar 40 hari lalu. “Sudah lama diberitahu, tapi belum tahu perannya apa,” katanya singkat.
Sumber dari lingkungan pemerintahan menyebut, Mahfud akan duduk dalam jajaran utama Komite Reformasi Polri, sebuah lembaga ad hoc bentukan Presiden Prabowo untuk menata kembali sistem, kultur, dan struktur kepolisian. Komite ini disebut beranggotakan sembilan orang, terdiri atas tokoh hukum, mantan Kapolri, dan perwakilan kementerian.
Kabar tersebut diperkuat oleh pernyataan Wakil Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, yang turut hadir di Istana.
“Ya, saya diminta menjadi bagian dari tim Komite Reformasi Polri. Jumlahnya sekitar sembilan orang, tapi detailnya masih menunggu arahan Presiden,” ujarnya.
Menurut Otto, beberapa nama yang hampir pasti bergabung adalah Menko Hukum Yusril Ihza Mahendra, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian, dan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti.
Selain itu, Ahmad Dofiri, Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian, juga terlihat hadir mengenakan jas hitam dengan dasi biru seragam dengan para tamu lainnya.
“Presiden memang sempat menyampaikan bahwa unsur komite ini diambil dari mantan Kapolri dan tokoh hukum. Pak Mahfud salah satunya yang diminta ikut karena rekam jejak dan integritasnya,” kata Otto menegaskan.
Di sisi lain, kehadiran Mahfud di Istana hari ini juga memunculkan spekulasi politik baru. Mantan cawapres dari Anies Baswedan itu dikenal vokal dalam mendorong transparansi hukum dan penguatan lembaga penegak hukum, termasuk Polri.
Bergabungnya Mahfud ke dalam Komite Reformasi Polri disebut-sebut menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo ingin menampilkan wajah baru dalam reformasi sektor keamanan, terutama setelah beberapa kasus pelanggaran etik dan isu profesionalisme di tubuh kepolisian mencuat.
Seorang staf kepresidenan menyebut, pembentukan komite ini bukan semata evaluasi kelembagaan, melainkan juga upaya menata ulang hubungan Polri dengan publik dan lembaga hukum lain.
“Komite ini akan memberi rekomendasi langsung kepada Presiden tentang arah kebijakan reformasi kepolisian ke depan,” katanya.
Pantauan di lapangan menunjukkan suasana Istana cukup tertib. Para tamu tiba bergantian, sebagian diantar langsung oleh kendaraan dinas. Selain Mahfud, terlihat pula Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie, yang disebut akan memperkuat sisi akademik dalam tim komite tersebut.
Meski belum ada pengumuman resmi, acara yang digelar tertutup itu diyakini menjadi agenda pelantikan Komite Reformasi Polri. Dari luar pagar Istana, awak media masih menunggu pengumuman resmi dari Sekretariat Presiden.
Jika benar dilantik, Mahfud Md akan kembali menempati posisi strategis dalam pemerintahan setelah sempat vakum usai Pilpres 2024. Hanya saja, kali ini bukan sebagai pejabat politik, melainkan sebagai bagian dari tim reformasi hukum yang menyentuh jantung institusi keamanan negara. ***
sumber : goriau
Komentar Anda :