Produksi Gabah di Siak Capai 45 Ton di 2024, Wabup Minta Pemprov Riau Bantu Alsintan
SERGAPONLINE.COM SIAK - Produksi gabah kering hasil panen padi di Kabupaten Siak mencapai 45,429 ton sepanjang 2024. Total itu didapat dari luas tanam 10,950 hektare.
Capaian itu disampaikan Wakil Bupati Siak Husni Merza saat kegiatan panen raya di lahan milik kelompok tani Suka Maju, Kampung Bungaraya, Kecamatan Bungaraya. Panen Raya itu dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Riau, Rahman Hadi beserta rombongan.
Husni mengatakan, hasil panen padi di Siak tiap tahunnya konsisten di angka tersebut. Hal itu menandakan program swasembada pangan cukup menjanjikan di Siak.
"Urusan pangan ini urusan yang sangat penting dan tidak bisa disepelekan, kami berkomitmen bagaimana mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar supaya segera mencapai mandiri pangan," ujarnya, Selasa (07/01/2025).
Meski begitu, Husni mengakui, ada saja kendala yang dihadapi para petani sawah khususnya di Bungaraya. M ulai dari rendahnya harga jual gabah, serangan hama hingga harga pupuk yang tak terjangkau oleh petani.
"Kemudian dalam tiga musim terakhir produksi kita menurun, ini dipengaruhi berbagai faktor di antaranya cuaca ekstrim dan curah hujan yang rendah," katanya.
Untuk itu, Husni meminta dukungan dan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mencari solusi masalah tersebut. Ia berharap Pemprov Riau memberi dukungan berupa peningkatan sarana dan prasarana Alat Mesin Pertanian (Alsintan) bagi petani.
"Kami berharap kepada pak Pj Gubernur untuk mau mendukung dan menjawab persoalan yang dialami para petani kami, sehingga ke depan hasil panen padi di Siak semakin meningkat dan berkualitas, mampu bersaing di pasaran," pintanya.
Pj Gubernur Riau Rahman Hadi mengapresiasi upaya Pemkab dan petani sawah di Siak dalam meningkatkan hasil padinya. Terbukti, selama enam tahun terakhir Kabupaten Siak telah memberikan kontribusi sebesar 12 persen atau 165.445 ton terhadap produksi padi di Provinsi Riau.
"Kabupaten Siak selama enam tahun terakhir memberikan kontribusi produksi terbesar ketiga, setelah Kabupaten Indragiri Hilir dan Kabupaten Rokan Hilir," ujarnya.
Dengan tata kelola serta sinergitas yang baik bersama seluruh pihak terkait, Pj Gubri meyakini bahwa Provinsi Riau mampu meningkatkan produksi pangan strategis daerah.
"Kita selalu optimis, karena Provinsi Riau mempunyai potensi besar dan sumberdaya yang cukup, apalagi dengan dukungan teknologi inovasi pertanian yang saat ini semakin berkembang. Tentu ini harus kita laksanakan dengan kolaborasi dan kerjasama yang baik, sehingga cita-cita swasembada pangan nasional dapat kita wujudkan," tutupnya.
Dalam kesempatan itu, Pemprov Riau menyerahkan bantuan dan pinjam pakai berupa dua unit alat pengolahan lahan yang diserahkan langsung Pj Gubri kepada kelompok tani Suka Maju
Editor: Jasril
Komentar Anda :