Diduga Menyimpang, Proyek Pembangunan Gedung IRNA RSUD Selasih Pkl Kerinci Diminta Dibongkar
Jumat, 01-03-2019 - 18:38:33 WIB 👁 103935

TERKAIT:
 
  • Diduga Menyimpang, Proyek Pembangunan Gedung IRNA RSUD Selasih Pkl Kerinci Diminta Dibongkar
  •  

    SERGAPONLINE.COM PELALAWAN- Setelah keluhan dan/atau laporan informasi masyarakat diterima tiga elemen/LSM terdiri dari Pemantau Prasarana Aparatur Negara  (PEPARA-RI) bersama TOPAN-RI dan Komunitas Pemberantas Korupsi tingkat DPP sebulan lalu terkait dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek pembangunan instalasi rawat inap THT (IRNA) yang dikerjakan kontraktor PT. Satria Lestari Multi di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan tahun 2018 lalu, membuat ketiga elemen anti korupsi itu turun gunung mendokumentasi hasil pekerjaan bangunan yang saat ini (2019-red) masih dikerjakan, dan meminta Pemda Pelalawan melakukan Contract Change Order (CCO) serta membongkar kembali item pekerjaan pelaksanaan balok sllof  (beton) dinding bangun  yang diduga tidak sesuai rujukan kontrak dan RAB untuk dibangun kembali.
     
    Pasalnya, pekerjaan senilai Rp10.367.767,489 atau sebesar Rp10,3 miliar tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan berpotensi merugikan negara.

    Proyek yang didanai anggaran dana alokasi khusus atau DAK-Penugasan tahun 2018 lalu itu dikerjakan PT. Satria Lestari Multi selama 160 hari kalender (HK).

    Dari hasil peninjauan dilokasi, ketiga aktivis/elemen anti korupsi mendapatkan kondisi bangunan yang hanya tahap pekerjaan tiang dan balok sllof tersebut dilapangan, terlihat sangat memperhatikan akibat adanya fisik yang sudah terlaksana  diduga terjadi pengurangan volume antara lain hingga dampak dilapangan tak memuhi standar justek.

    Bahkan diketahui item, pemasangan pembesian pada satu-persatu balok sllof, menggunakan besi yang tidak beraturan ukuran alias bervariasi, yaitu besi dalam satu balok ditemukan besi ulir yang digunakan berukuran 16 mill sebanyak (6) enam batang dan besi biasa 10 mill dua  batang dan untuk pengikat (Begel) besi yang digunakan 0,8 mill.

    Parahnya lagi, ketiga elemen anti korupsi/LSM menemukan beberapa balok sllof adanya pemasangan pembesian biasa atau besi bencong berukuran 14 mill di campur dengan besi  ukuran 10 mill dalam satu balok. Selain itu, juga ditemukan pada proses pelaksanaan pekerjaan tangga menuju lantai II bangunan tersebut diduga volume pembesian ukuran yang digunakan bercampuran.

    "Pengawas lapangan/mandor, Alex, mengakui pemasangan besi yang digunakan pada tiang dan balok sllof tersebut didatangkan dari pabrik PT. Riau Perkasa Steel beralamat di Jln. Raya Pasir Putih KM 6,5 Siak Hulu Kabupaten Kampar,” ujar Ketua Umum, PEPARA-RI, Martin bersama Sekretaris TOPAN-RI, Suriani, seusai meminta keterangan mandor lapangan, Alex, Rabu (27/02/2019).

    Martin bersama rekan LSM lainnya yang didampingi pewarta dari berbagai media (Pers), sangat menyayangkan kurang sempurnanya pekerjaan yang masih pekerjaan yang dilakukan baru tahap pemasangan tiang dan balok sllof tersebut.

    Untuk menghindari potensi kerugian negara yang diduga sudah terjadi dengan realisasi pembayaran nilai anggaran sudah diatas 60% (persen) itu, meminta PPK/PPTK, konsultan dan rekanan melakukan CCO pada kegiatan tersebut serta mengembalikan nilai anggaran yang sudah dilakukan pembayaran diluar dugaan progres pekerjaan lapangan.

    Kondisi bangunan yang sudah dikerjakan, seperti pemasangan balok sllof  perlu dibongkar untuk dikerjakan atau dibangun kembali, karena khawatir besar kualitas/kuatintas bangunan tak akan bertahan lama, kata Martin.

    "Dalam  pelaksanaan kegiatan tersebut diduga rekanan kontraktor tidak profesional melaksankan kegiatanya dilapangan sebagaimana diatur dalam pembukuan UU RI No.18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi sebagaimana dirubah UU RI No. 02 Tahun 2017. Kenapa tidak, bisa dibuktikan dari fisik yang sudah terlaksana terindikasi menyimpang, "tuding Martin.

    Martin juga menegaskan, bahwa proyek itu semestinya tahun anggaran 2018 lalu wajib selesai sesuai kontak kerja awal. Namun berdasarkan informasi yang kita peroleh pihak rekan meminta di adendum/penambahan waktu selama 90 hari kelender (HK). Alhasil, menurut hasil dari investigasi dilapangan disinyalir rekan kontraktor tetap tak mampu menyelesaikan pekerjaanya itu 100%. Artinya instansi terkait seharusnya dapat memutus kontrak kerja sesuai Perpres No.54 Tahun 2010 yang telah dirubah No.16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa, dan juga memberikan sanksi  blacklis (Daftar Hitam) terhadap perusahaan tersebut
    , tegas Martin,  Ketum PEPARA-RI

    Sementara itu, Alex yang mengaku mandor/pengawas lapangan kepada Wartawan mengatakan, bahan pekerjaan bangunan yang masih tahap pemasangan tiang dan balok sllof tersebut sudah sesuai dari bahan yang di pesanan oleh konsultan manejemen konstruksi (KMK) yang dikomandoi Yusuf selaku direktur konsultan pengawas proyek.

    Selaku mandor lapangan hanya menuruti permintaan bahan yang ditentukan oleh konsultan manajemen konstruksi (KMK).

    "Saya di proyek ini hanya sebagai mandor serta memesan kekurangan bahan dari konsultan pengawas dari Pekanbaru. Namun pembangunan proyek ini tetap diawasi oleh T4PD dari Kejaksaan Negeri Pelalawan sini," ujarnya.

    Direktur RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Zul Anwar kepada Wartawan di lokasi yang sama mengatakan, “Soal masalah tekhnis terhadap pembangunan instalasi rawat inap THT (IRNA) di RSUD Selasih yang masih dikerjakan rekanan hingga tahun ini (2019), Saya tidak tahu. Sebab pembangunan proyek itu dibawah pengawasannya dinas kesehatan, dan bukan RSUD”, ujarnya.

    “Soal kesalahan tekhnis dilapangan oleh kontraktor, itu bukan tanggungjawab kami selaku pihak pengguna bangunan. Karena kami di RSUD sendiri hanya penerima barang jika diberi. Dan soal masalah penyimpangan seperti yang ditemukan oleh rekan-rekan media dan LSM, itu urusan dinas kesehatan dan kontraktor. Sebab pembangunan proyek ini pun diawasi Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah atau TP4D dari Kejari Pelalawan”, kata Zul Anwar, Rabu (27/02) siang.

    Ditempat terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pelalawan, Praden K Simanjuntak, SH, di kantornya, Rabu (27/02) sore menerangkan, “Tugas TP4D dari Kejaksaan itu, hanya mengawasi di bidang hukum saja, bukan menjamin penyimpangan fisik bangunan atau proyek seperti yang ditemukan oleh rekan-rekan Wartawan dan LSM di proyek IRNA RSUD Pelalawan saat ini. Artinya, setiap peyimpangan fisik yang terjadi dapat dilaporkan untuk dilakukan penyelidikan secara hukum oleh Kejaksaan atau lembaga hukum lainnya,” imbuhnya.

    “Saya sangat berterimakasih atas informasi ini dari kawan-kawan media, sebab selama ini juga masalah fisik proyek itu dilapangan Saya atau kami dari Kejari sendiri tidak tahu seperti apa fisik proyek yang sudah dilaksanakan oleh kontraktor.

    Informasi ini sebagai bahan buat kami di Kejaksaan untuk dilakukan penyelidikan berikutnya”. ujar Praden K Simanjuntak SH.

    Menyikapi hal ini, Sekretaris Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (TOPAN-RI) wilayah Riau, Suriani kepada Wartawan di café Kota Tengah, Jln Ahmad Yani Pekanbaru, Kamis (28/02), membenarkan saat ini dia bersama tim yang terdiri dari tiga organisasi LSM anti korupsi sedang menyusun draft laporan untuk disampaikan ke lembaga BPK RI dan KPK termasuk Kejaksaan. Iya, saat ini kita dari tim LSM yang tergabung dalam investigasi pemantau kondisi pembangunan proyek IRNA RSUD Pangkalan Kerinci, Pelalawan kemaren, sedang menyusun beberapa laporan ke pihak terkait, baik laporan ke lembaga BPK, KPK, Polri dan Kejaksaan. Katanya.

    "Proyek pembangunan gedung IRNA RSUD Selasih Pelalawan itu dibiayai anggaran pusat yang bersumber biaya dana alokasi khusus atau DAK-Penugasan tahun 2018 kemaren. Sebaiknya proyek yang bersumber biaya dari DAK tahun 2018 itu jangan dimain-mainkan atau di scenario-kan," tegas Suri.

    Ia juga mengatakan, berkas laporan investigasi sudah lengkap, maka mereka  akan segera melaporkan secara resmi ke penegak hukum.

    "Kami sudah memperoleh empat keterangan termasuk bukti hasil investigasi sejak bulan Januari 2019 lalu," tutupnya (Tim/ANS)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, Satlantas Polres Kampar Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan
  • Buka Mubes Ke-II Kerapatan Empat Suku Kubu, Wabub Rohil Ajak Generasi Muda Lestarikan Adat Melayu
  • Apresiasi dan Terima Kasih untuk Polantas, Tetap Mengabdi di Tengah Guyuran Hujan
  • Dari Modal Rp70 Ribu Hingga Jadi Referensi Akademik Dunia, Buku Muhammad Ja'far Hasibuan Diresmikan di UI
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Bayar Pajak Kendaraan Kini Lebih Mudah, Satlantas Polres Kampar Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pemutihan
    03 Buka Mubes Ke-II Kerapatan Empat Suku Kubu, Wabub Rohil Ajak Generasi Muda Lestarikan Adat Melayu
    04 Apresiasi dan Terima Kasih untuk Polantas, Tetap Mengabdi di Tengah Guyuran Hujan
    05 Dari Modal Rp70 Ribu Hingga Jadi Referensi Akademik Dunia, Buku Muhammad Ja'far Hasibuan Diresmikan di UI
    06 Berawal dari Uang Jajan Rp3.000, Apin Akhirnya Kembali ke Pelukan Orang Tuanya Berkat Kepedulian Warga dan Kesigapan Personel Polresta Pekanbaru
    07 Tim Ditresnarkoba Polda Sumbar dan Polres Pasbar Gagalkan Peredaran Narkotika, 30 Paket Ganja Kering Siap Edar Disita
    08 Polres Dumai Musnahkan 30,80 Kilogram Sabu Jaringan Internasional, Selamatkan Lebih dari 155 Ribu Jiwa
    09 Pembatasan Truk Bertonase Besar di Air Molek Mulai Dibahas, Ditlantas Polda Riau Tekankan Pemasangan Portal Harus Berdasarkan Regulasi
    10 APJI Hadiri Kegiatan Pembinaan Ormas oleh Kesbangpol Kabupaten Bekasi Dalam Penguatan Peran Organisasi Kemasyarakatan
    11 Delapan Personel Ditlantas Polda Riau Terima Penghargaan Kapolda, Briptu Jessica Ukir Prestasi Nasional di Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026
    12 Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan Bagi Korban Angin Puting Beliung Di Bathin Solapan
    13 Polres Kampar Tangkap Pensiun PNS Terkait Kasus Pencabulan Pada Anak Usia 7 Tahun
    14 Pelaksanaan Sosialisasi Hukum oleh Bidkum Polda Riau, Perkuat Pemahaman Personel Polres Dumai Terhadap KUHP, KUHAP dan Perubahan UU Kepolisian
    15 Ditlantas Polda Riau Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Untuk Pekerjaan Sambungan Tol Permai–Tol Lingkar Pekanbaru
    16 Lapas Pekanbaru Intensif Lakukan Pengejaran Warga Binaan yang Melarikan Diri Libatkan Tim Gabungan Lapas Kanwil dan Kepolisian
    17 Satlantas Polres Kampar Gelar Patroli dan Teguran Humanis, Tingkatkan Disiplin Berlalu Lintas di Kampar Kiri Hilir
    18 Perkuat Sinergi Pemasyarakatan dan Kepolisian, Kakanwil Ditjenpas Riau Audiensi dengan Kapolda Riau
    19 Police Goes to School di MAN 1 Kuok, Satlantas Polres Kampar Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas dan Bagikan Helm SNI
    20 Komitmen Polri dalam Mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas
    21 Wadir intelkam Polda Riau Perkuat Keselamatan Berkendara, Ditlantas Polda Riau Gandeng Maxim dan Jasa Raharja Edukasi Ratusan Driver
    22 Kesbangpol Rohil Mulai Bina Paskibraka Kabupaten 2026
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com