Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan di Kelurahan Rumbai Timur dan Barat Diduga Dikerjakan Asal Jadi
Selasa, 05-11-2024 - 22:07:21 WIB šŸ‘ 62230
Foto:Proyek pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan melalui semenisasi di Kelurahan Rumbai Timur dan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru Provinsi Riau
TERKAIT:
 
  • Proyek Peningkatan Jalan Lingkungan di Kelurahan Rumbai Timur dan Barat Diduga Dikerjakan Asal Jadi
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Proyek pembangunan dan peningkatan jalan lingkungan melalui semenisasi di Kelurahan Rumbai Timur dan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru Provinsi Riau, diduga dikerjakan asal-asalan, Selasa (5/11/2024).


    Foto: Jalan yang patah dan retak

    Proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 2024 ini, menelan anggaran sebesar Rp 527.360.000 per lokasi. Menjadi Rp. 1.054.720.000.
    Dalam pelaksanaannya, proyek ini berada di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPRPKPP) Provinsi Riau, yang bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), pelaksana PT Harindo selaku kontraktor, serta Buhara Persada sebagai konsultan pengawas.


    Foto: Jalan yang rusak dan patah di dompol dengan air aspal

    Proyek yang ditujukan untuk peningkatan infrastruktur di lingkungan pemukiman ini dikerjakan di dua lokasi berbeda, yakni Kelurahan Mura Fajar Timur 6 dan Mura Fajar Barat Foto: Drainase yang asal jadi dikerjakan

    4, di Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru.
    Dengan waktu pelaksanaan masing-masing selama 90 hari kalender, semenisasi jalan lingkungan di dua lokasi tersebut diharapkan dapat memperlancar akses warga serta meningkatkan kualitas infrastruktur di daerah permukiman.
    Namun, pada kenyataannya, hasil pembangunan yang ada justru menuai sorotan. Kondisi jalan yang belum lama selesai dibangun sudah mengalami kerusakan berupa retakan dan patahan di beberapa titik.
    Selain itu, pembangunan drainase yang dilaksanakan dalam proyek ini juga diduga tidak memenuhi standar yang seharusnya, tampak pada hasil pekerjaan yang terkesan asal-asalan, seperti terlihat dalam foto dilapangan.

    Foto: Jalan semenisasi lingkungan yang rusak dan patah

    Kondisi tersebut jelas membuat masyarakat setempat merasa kecewa, mengingat anggaran besar yang sudah dialokasikan pemerintah untuk proyek ini. “Seharusnya hasil pembangunan bisa bertahan lama dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga. Tapi, melihat kondisi seperti ini, kami ragu apakah pembangunan ini dikerjakan dengan baik,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya.
    Ketika dikonfirmasi kepada Kabid Pu CK Riau, Khairul Rizal Al, melalui chat WhatsApp nya, Selasa (5/11/2024), menjawab, "Masih dlm masa pemeliharaan, Alhamdulillah jln sdh di gunakan oleh masyarakat dan memudahkan mobilitas mreka, idealnya jln blm bisa dibebani oleh beban tinggi sampai tercukupi umurnya, trm ksh atas informasi yg diberikan, kmi akan tindaklanjuti kepada penyedia jasa utk melakukan pemeliharaan sesuai kontrak yg telah disepakati,
    Elevasi drainase mengikuti run off air.. trm ksh info ny", ujar Khairul.
    Ketika ditanya, Bagaimana cara bapak melakukan pemeliharaan di jalan tersebut, apakah hanya seperti ini main dompol dan tempel saja dibagian yang sudah patah dan retak ?
    Berapa cm ketebalan semenisasi jalan lingkungan tersebut pak?
    Dan berapa ratus meter panjang nya?
    Apakah pembangunan parit /Drainase tersebut sudah sesuai spek ?
    Apakah seperti ini cara pelaksanaan nya tanpa diberikan pipa pembuangan air, dan tidak memakai besi pada lantai kerja ?
    Drainase berapa ratus meter yang seharusnya di bangun pak ?
    Mohon dijelaskan pak agar ada keseimbangan berita kami, namun Khairul Rizal Al tidak lagi membalas.
    Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau, M. Arif Setiawan, belum memberikan tanggapan terkait masalah ini. Warga berharap pihak terkait, termasuk Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau dan kontraktor, segera melakukan evaluasi dan perbaikan atas kualitas pekerjaan yang sudah terlaksana.
    Selain itu, warga juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat di lapangan untuk memastikan pekerjaan proyek yang dilaksanakan benar-benar sesuai dengan standar dan spesifikasi yang ditetapkan, agar tidak menjadi proyek mubazir yang merugikan masyarakat dan menghamburkan uang negara, ujar warga.
    Dengan adanya dugaan kualitas pekerjaan yang tidak optimal pada proyek ini, pemerintah dan pihak terkait diharapkan lebih transparan dalam penyelenggaraan proyek publik.
    Sebagai bentuk tanggung jawab, diharapkan pula adanya klarifikasi dan penanganan lebih lanjut agar pembangunan yang dilakukan bisa benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

    Penulis: Hadi Zega






     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
  • Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
  • Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
    03 Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
    04 Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
    05 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    06 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    07 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    08 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    09 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    10 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    11 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    12 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    13 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    14 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    15 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    16 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    17 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    18 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    19 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    20 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    21 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    22 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com