Bupati dan Ketua DPRD Trenggalek Raih Penghargaan Nirwasita Tantra Kabupaten Terbaik dari Kementerian KLHK
Jumat, 20-09-2024 - 17:33:30 WIB 👁 20883
Foto : Ketua DPRD Samsul Anam bersama Muyono Kepala Dinas PKPLH Trenggalek saat menerima penghargaan Green Leadership "Nirwasita Tantra" tahun 2023. sumber: (Prokopim TGX)
TERKAIT:
 
  • Bupati dan Ketua DPRD Trenggalek Raih Penghargaan Nirwasita Tantra Kabupaten Terbaik dari Kementerian KLHK
  •  

    SERGAPONLINE.COM TRENGGALEK -
    Dianggap berkomitmen tinggi menjaga lingkungan berkelanjutan Bupati Trenggalek,  Mochamad Nur Arifin dan Ketua DPRD Trenggalek periode 2019-2024 raih penghargaan Green Leadership "Nirwasita Tantra" kategori kabupaten sedang terbaik dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan daerah tahun 2023 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

    Nirwasita Tantra sendiri merupakan  penghargaan pemerintah yang diberikan kepada Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD atas kepemimpinannya yang berhasil merumuskan dan menerapkan kebijakan, dan atau program kerja  sesuai dengan prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan guna memperbaiki kualitas lingkungan hidup didaerahnya.

    Sama-sama meraih penghargaan ini menunjukkan sinergitas dan komitmen pemerintah dan legislatif di kabupaten yang berada di Pesisir Selatan Jawa itu terhadap kelestarian lingkungan tidak perlu diragukan lagi. Memang pantas karena selain program, banyak lahir regulasi peraturan tentang kelestarian lingkungan dari kolaborasi keduanya. Terakhir RPJP Daerah tahun 2025-2045 yang meletakkan Net Zero Karbon sebagai visi pembangunan di Trenggalek. Ini  sesui dengan cita-cita Nasional Net Zero Karbon di tahun 2060.

    Seperti kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya dalam pembukaan penghargaan  Green Leader "Nirwasita Tantra" ini, Rabu (18/9) di Jakarta, pembangunan akan sukses bila pemerintah mrndapat dukungan penuh oleh legislatifnya, semoga cita-cita Kabupaten Trenggalek dapat terwujud kedepannya.

    Suryo Dwi Wibowo, salah satu panelis dalam, Green Leadership "Nirwasita Tantra" tahun 2023 menekankan ada penurunan  peserta di tahun ini. Yang sebelumnya sebanyak 225 peserta tahun 2023 turun menjadi 224.  "Dokumen kinerja lingkungan dikirim oleh 17 provinsi 148 kabupaten dan 59 kota. Jumlah ini lebih sedikit dengan tahun 2022 di mana terdapat 225 dokumen," katanya.

    Namun, sambung panelis itu "walaupun lebih rendah dari tahun sebelumnya hanya selisih satu pemerintah daerah, tapi bila dilihat dari segi kualitas kami melihat perbedaan yang signifikan," katanya. Artinya ada peningkatan kualitas dokumen lingkungan yang disusun oleh pemerintah daerah, salah satunya itu adalah Kabupaten Trenggalek.

    Menanggapi penghargaan yang diraih, Ketua DPRD Trenggalek periode 2019-2024, Samsul Anam usai menerima penghargaan ini mengatakan "alhamdulillah dua-duanya mendapat penghargaan dari Kementrian LHK.  Premerintah daerahnya dalam hal ini  Bupati Trenggalek dan DPRD nya telah mendapat anugerah penghargaan. Ini luar biasa sebagaimana disampaikan oleh Bu Menteri tadi hampir 90% antara DPRD dan pemerintah daerah ini ada sinergitas. Jadi pemerintah daerah ada yang dapat bupati nya saja atau DPRD nya saja. Tapi Trenggalek dapat dua-duanya," katanya.

    Penghargaan ini menurutnya luar biasa bukan main-main.  Dari 224 pemerintah daerah peserta, panelis sangat selektif kata Samsul Anam. Bukan hanya penampilan saja tapi juga kebijakannya. Dari pemerintah daerah maupun DPRD juga dinilai dan paparannya disampaikan pada bulan Juli kemarin yang dinilai oleh para profesor. Untuk Trenggalek sendiri memang diuntungkan, karena memang kebijakan kita sudah lama.

    "Tidak hanya mengedukasi masyarakat, tapi masyarakat Kabupaten Trenggalek itu berada di wilayah hutan. Mereka juga paham bahwa kehidupan mereka itu bagian daripada hutan, sehingga masyarakat terus berupaya untuk menjaga lingkungan," tukas Samsul Anam.

    Senada dengan Samsul Anam, Muyono Piranata, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Trenggalek mewakili Bupati Trenggalek menerima penghargaan ini juga bersyukur daerahnya, dalam hal ini Pemerintah Daerah dan DPRD mendapat penghargaan nasional dibidang lingkungan dengan predikat kabupaten sedang terbaik.

    "Tentunya ini hasil kerja keras terhadap kebijakan yang dilakukan oleh kepala daerah dan juga termasuk Ketua DPRD yang bersinergi secara konsisten, sehingga bisa menjaga indeks kualitas lingkungan hidup di Trenggalek yang memuaskan," kata Muyono.

    Menurut kepala dinas inovatif itu Indek Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD) Kabupatem Trenggalek masih masuk 10 besar Jawa Timur. Kalau berbicara indek kualitas lingkungan hidup menurut Muyono tidak lepas dari kualitas udara. Di Trenggalek kualitas udara terbilang sangat baik. Karena Trenggalek bisa menjaga itu semua dengan menekan emisi efek gas kaca. Kemudian bisa mengelola sampahnya dan memanfaatkan gas metannya dengan baik. Dengan begitu tidak terbang ke udara, tapi bisa ditangkap dan difungsikan untuk kepentingan masyarakat, katanya.

    Mengurangi emisi gas karbon, Pemkab Trenggalek telah menyiapkan mode transportasi pintar dengan membentuk mobility hub yang nantinya menghubungkan ke halte-halte pintar (Smart Bench).  Kewajiban seliruh ASN berangkat menggunakan sepeda salah satu cara lain untuk mengurangi emisi karbon itu.

    Kemudian dalam menjaga kualitas udara dan sumber mata air,  Pemkab Trenggalek menurut Kepala Dinas PKPLH mempunyai regulasi yang sangat menarik. Kompensasi atas gas karbon yang dikeluarkan, setiap warga masyarakat dikenakan kompensasi bibit pohon. Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin banyak kompensasi bibit pohon yang diberikan.

    Tidak terkecuali Bupati Trenggalek sendiri dan jajarannya. Karena bupati aktifitasnya tinggi maka kompensasi bibitnya semakin banyak. Kemudian bibit bibit itu akan ditanam guna menjaga kualitas udara, tanah maupun sumber-sumber air di Kabupaten Trenggalek.

    Diakui Muyono kualitas sumber air Kabupaten Trenggalek tahun 2023 memgalami penurunan kualitas. Ini bukan karena pencemaran tapi disebabkan karena kemarau panjang yang melanda Trenggalek. Sehingga sampel yang diambil bercampur dengan sedimen tanah yang mengakibatkan hasil pengukuran kualitas air berkurang. Tetapi secara menyeluruh dalam kondisi normal kualitas air di Trenggalek baik-baik saja, tegas Muyono.

    Reporter: Langgeng




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
  • Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
  • HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
  • Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    03 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
    05 Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
    06 Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
    07 Pemprov Riau Salurkan Bansos Pendidikan ke 1.138 Mahasiswa
    08 Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Jadi Rp3.783 per Kg, Ini Penjelasan Disbun
    09 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    10 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    11 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    12 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    13 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    14 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    15 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    16 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    17 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    18 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    19 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    20 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    21 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    22 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com