Ketua DPRD Tulungagung Pimpin Langsung Hearing Bersama Perwakilan Masyarakat Desa Tenggarejo
Jumat, 05-07-2024 - 08:59:27 WIB š 6946
 |
| Foto : Suasana Hearing DPRD Tulungagung bersama masyarakat Desa Tenggarejo didampingi IKA UNAIR |
SERGAPONLINE.COM TULUNGAGUNG - Ketua DPRD Tulungagung, Marsono,S.Sos didampingi Ketua Komisi B Hj.Susilowati,SE beserta Drs.Ali Masrup memimpin langsung hearing dengan masyarakat Desa Tenggarejo Kecamatan Tanggunggunun, didampinigi Ikatan Keluarga Universitas Airlangga (IKA Unair) Surabaya. Bertempat di Gedung DPRD, pada Kamis (04/07).
Hearing kali ini juga dihadiri oleh Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Hj. Susilowati,SE serta serta perwakilan warga Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta pimpinan DPRD Tulungagung. Dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung Marsono.
Arif Darmawan selaku Kasun Tenggar yang ikut dalam hearing, menyampaikan keadaan lahan dan lingkungan di kawasan geoheritage yang merupakan kawasan lindung di Tenggarejo saat ini mengalami kerusakan yang sangat parah.
Dengan perasaan sedih, Arif mengungkapkan kondisi kritis seperti kehabisan air, kerusakan tanah, dan penurunan kadar oksigen di goa-goa pada kawasan heritage tersebut.
“Kawasan ini dulunya hijau namun sekarang sangat rusak. Kehabisan air menyebabkan dampak buruk bagi kebutuhan air warga Tenggarejo bahkan hingga warga Campurdarat,” kata Arif.
Dalam waktu yang sama, Didik yang mewakili IKA Unair menyatakan komitmennya bersama alumni Unair untuk melakukan reboisasi di Desa Tenggarejo dan memberikan pendampingan kepada masyarakat guna membangun kesadaran tentang pentingnya mengembalikan kawasan tersebut menjadi hutan hijau kembali.
Menyikapi hal tersebut, Marsono selaku Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung menekankan pentingnya memulihkan kawasan hutan di daerah selatan termasuk Tanggunggunung dengan memulai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam penggunaan pupuk organik serta pembuatan biopori pada lahan tandus untuk menyimpan air dan meningkatkan kualitas tanah.
Marsono menambahkan, pihaknya juga mendukung pengurangan lahan pertanian jagung yang menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan hijau di kawasan tersebut.
“Pembuatan biopori atau lubang air yang mampu menjadi tempat penyimpanan humus tanah sangat penting untuk menjaga kelestarian dan kesuburan tanah. Hal ini juga dapat mengikat sedimen tanah dan mencegah terjadinya longsor,” papar nya
Reporter : Langgeng
Komentar Anda :