Ingatkan 'Neraka' Iklim, Jokowi: Harus Waspada
Selasa, 18-06-2024 - 20:32:03 WIB šŸ‘ 6522
Foto: Rapat
TERKAIT:
 
 

SERGAPONLINE.COM JAKARTA - Presiden Joko Widodo memperingati semua jajaran di pemerintahan Indonesia akan bahaya neraka iklim yang sedang mengancam dunia.

Jokowi mengungkapkan, Sekjen PBB juga telah memperingati semua negara bahwa dunia menuju pada neraka iklim yang sangat ngeri.

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk tetap waspada, terus berhati-hati dan tidak boleh lengah, sebab tantangan ke depan tidak mudah.

"Ngeri (ancaman neraka iklim). Suhu akan mencapai rekor tertinggi 5 tahun ke depan, hati-hati," ucapnya, saat menyampaikan kata sambutan dalam Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 di Istana Negara yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (14/6/24).

Presiden RI menerangkan, dalam satu tahun terakhir ini, dapat dirasakan betul adanya gelombang panas, dan periode terpanas.

Bahkan terangnya, di India cuaca panas sampai 50 derajat celcius, dan di Myanmar 45,8 derajat celcius, cuaca yang sangat panas sekali.

"Kalau orang panas, mungkin bisa masuk ke rumah, berteduh bisa. Tapi urusan pangan, hati-hati masalah ini," ujarnya.

Jokowi menambahkan, WHO mengatakan bahwa jika didiamkan seperti sekarang ini, dan jika tidak ada pergerakan apa-apa dari suatu negara, maka pada tahun 2050 dunia akan mengalami kelaparan berat.

Oleh karena itu, Jokowi meminta semua pihak harus merencanakan dan mengantisipasi neraka iklim ini mulai dari sekarang, karena diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air.

"Nggak ada air dan akan masuk pada kekurangan pangan, artinya jangan main-main urusan kekeringan, jangan main-main urusan gelombang panas, larinya nanti bisa inflasi. Begitu stok tidak ada, produksi berkurang, produksi berkurang stok tidak ada, artinya harga pasti akan naik otomatis itu hukum pasarnya memang seperti itu," lanjutnya.

Dengan demikian, Presiden terus meminta agar tidak terjadinya inflasi dengan mengantisipasi iklim neraka, karena jika hal itu terjadi korbannya adalah rakyat.

"Oleh sebab itu dalam tiga bulan ini, Kementerian Pertanian, Kementerian PU sudah diperintahkan bekerja sama dengan TNI dan kodam-kodam untuk secepatnya memasang, membangun pompa-pompa. Mungkin 20 ribu pompa akan kita pasang di daerah-daerah yang memiliki produksi utamanya beras dan tanaman pangan lain," katanya.

Terakhir, Jokowi meminta dalam pengendalian gelombang panas ini yang menjadi kewajiban pusat dikerjakan pusat, yang menjadi kewajiban provinsi dikerjakan provinsi, dan yang menjadi kewajiban kabupaten/kota juga kerjakan kabupaten/kota, sehingga semua pihak betul-betul bekerja dan semuanya terintegrasi.

"Terutama daerah produksi, akan saya cek di lapangan, sehingga ketika el nino terjadi nanti di beberapa wilayah mungkin di bulan Juli sudah mulai dan yang masuk Agustus, September, Oktober kita siap, sehingga produksi tidak turun itu golnya," tutupnya




 
Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
  • Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
  • Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
  • Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Kanwil Ditjenpas Riau Perkuat Sinergi dengan Lembaga Adat Melayu
    03 Perkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan Negeri
    04 Program JALUR Polres Dumai Hadir di Pesisir Tanjung Palas, Salurkan Sembako dan Gelar Pengobatan Gratis
    05 Kabid Humas Polda Sumbar Sambangi Redaksi Langgam.id, Perkuat Kolaborasi dengan Media Siber
    06 Pastikan Pembangunan Tak Ganggu Arus Lalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Bahas Andalalin Restaurant Thai Street Pekanbaru
    07 Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Pemaparan Hasil Akhir Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik
    08 Konflik KSO dengan Masyarakat Desa Kotagaro
    09 Rangkaikan Kebersamaan & Pengabdian, Polres Kampar Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan ke-78
    10 HUT ke-78 Polwan, Kapolres Payakumbuh : " Teruslah Menjadi Sosok Humanis dan Profesional "
    11 Cegah Sebelum Terbakar: Tim Pamen Mabes TNI Gelar Sosialisasi Karhutla di XIII Koto Kampar, Perkuat Deteksi Dini & Sinergi Warga
    12 Tim URC Satreskrim Polres Pasaman Barat Mengamankan Seorang Pemuda Yang Mengamuk Menggunakan Sebilah Pisau
    13 Lapas Pasir Pangarayan Perkuat Komunikasi dengan Warga Binaan Melalui Kegiatan Sambung Rasa
    14 Polantas Karib Edukasi Mahasiswa Baru STT Pekanbaru, Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas & Cinta Lingkungan
    15 Apresiasi Tiga Pegawai Rutan Kelas I Pekanbaru Mendapatkan Penghargaan
    16 Polres Siak Gelar Rakor Percepatan Penegakan Hukum Karhutla dilakukan Secara Profesional, Transparan, dan Sesuai Ketentuan Perundang-undangan
    17 Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Polresta Pekanbaru Gelar Edukasi Green Policing di SD Negeri 68
    18 Bintan–Klaten Jalin Kerja Sama, Perluas Pasar Produk UMKM
    19 Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Karhutla Serta Kekeringan
    20 Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Pencurian Dua Ban Mobil, Dua Tersangka Diamankan
    21 APJI Riau: Dana Bukan Penghalang, Semangat Pemuda Rumbai Patut Diapresiasi
    22 Polres Kampar Tangkap 4 Pelaku Pembakaran Karhutla dan Sebabkan 17 Hektar Lahan Terbakar di Kecamatan Tambang
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com