Tim Pansus BPBD Saat Studi Banding Ke BPBD Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
Minggu , 19-05-2024 - 20:10:20 WIB 👁 12156
Foto: Tim pansus BPBD studi studi Banding ke Yogyakarta
TERKAIT:
 
  • Tim Pansus BPBD Saat Studi Banding Ke BPBD Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta
  •  

    SERGAPONLINE.COM JAKARTA - Proses Ranperda Penanggulangan Bencana Daerah terus berlanjut hingga saat ini mencapai pada tahap studi banding yang mana pada tahap ini Pansus bersama OPD terkait memperoleh informasi dan pengalaman dari daerah lain yang sudah berhasil menerapkan Perda tersebut.

    Sebagai salah satu yang telah menerapkan Perda ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta Kab. Bantul dipilih sebagai bahan referensi dalam penyusunan Ranperda ini, pada Kamis lalu (16/05/2024).

    Agus Yuli Herwano,ST.,MT, Kepala Pelaksana BPBD Kab. Bantul menyambut kedatangan rombongan Pansus sekaligus memaparkan bagaimana pelaksanaan Perda di Kabupaten tersebut.

    Zamzami Harun selaku ketua Pansus Ranperda Penanggulangan Bencana secara singkat menjelaskan bahwa Pansus sudah berkonsultasi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat untuk mendalami masalah penanggulangan Bencana agar Ranperda ini nantinya menjadi Sempurna.

    Pansus menanyakan terkait analisis resiko. Ini merupakan tahapan dari mekanisme penyelenggaraan penanggulangan bencana yang mana belum ada aturan yang mengatur analisis resiko ini.

    "Kami sepakat untuk mengambil contoh di Kab. Bantul yang sudah melaksanakan dan sudah memiliki Perbup. Dengan adanya pertemuan ini dapat memberikan solusi dan membantu kami dalam penyempurnaan penyusunan draft Ranperda," ujarnya.

    ED Efendi Staf Ahli Bupati, meminta semua OPD yang ikut mendampingi konsultasi dapat menanyakan sesuai tupoksi masing-masing sehingga penyusunan Ranperda ini baik dari isinya serta pembiayaannya betul-betul efektif dilaksanakan di Kabupaten Bengkalis.

    Agus Yuli Herwano menyampaikan bahwa saat ini Kab. Bantul sedang mengkaji ulang resiko bencana dan akan dimasukkan bencana likuifaksi karena di Bantul ini termasuk tanah yang mudah likuifaksi ketika terjadi gempa. Pada tahun 2006 skalarikternya 5, itu terjadi kerusakan yang luar biasa dan diharapkan tidak terjadi lagi.

    Kemudian ada tambahan dari Fatah Yoga selaku staf, di Bantul meskipun belum ada peraturan perundang-undangan yang mengatur, untuk proses pengkajian resiko ini sudah ada Perka No. 1 Tahun 2012 tentang pedoman pengkajian resiko bencana, pada dasarnya di Bantul menuju ke proses penyusunannya. Saat ini BNPB sudah mempunyai pedoman-pedoman penyusunan KRP dan BNPB juga sudah melakukan sosialisasi terkait penyusunannya.

    Terkait pembiayaan dalam tanggap darurat pada tahun 2010 dibantu menggunakan DSP yaitu dana siap pakai milik kabupaten yang bersumber dari BNPB, ada perubahan Perda di tahun 2015 tetapi tidak semuanya, diatur bahwa pembiayaan pada masa tanggap darurat jika tidak mencukupi dapat mengajukan ke BNPB dengan menyertakan beberapa persyaratan seperti SK status tanggap darurat, SK Posko, laporan kejadian, dan proposal permohonan.

    Untuk menentukan status tanggap darurat itu menggunakan acuan Perda 2010, seperti luas ancaman, jumlah korban, berapa kerugian, untuk di Bantul belum ada pedoman khusus karena di pusat pun blum ada .

    "Terkait pagu anggaran sumber anggaran lain untuk relawan dari dana desa, untuk penanggulangan bencana ada juga dari kecamatan, kebanyakan mereka mandiri, ucapnya.

    Dalam mengatasi resiko, anggota Pansus Sanusi menyarankan resiko bencana yang terjadi di lingkungan masyarakat untuk dimasukkan di dalam Perda dan memperkuat payung hukum dalam mengatasi masalah yang ada.

    Editor: Fadli




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
  • Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
  • HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
  • Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Perkuat Pelaksanaan Tugas Pos Bapas, Ka. Kanwil Ditjenpas Riau Ikuti Penguatan Tusi Pembimbingan Kemasyarakatan
    03 Kepala Lapas Perempuan Pekanbaru Pimpin Kegiatan PKMB, Tingkatkan Kesadaran Hidup Bersih dan Sehat
    04 HUT ke-27 Pelalawan, Bupati Zukri Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pembangunan
    05 Komitmen Berantas Narkoba di Riau, Pemko Pekanbaru Dukung Penuh Langkah Tegas Irjen Arman
    06 Pemprov Riau dan UNRI Bersinergi Lestarikan Budaya Melayu Lewat Tugu Tanjak Tok Beruas
    07 Pemprov Riau Salurkan Bansos Pendidikan ke 1.138 Mahasiswa
    08 Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Jadi Rp3.783 per Kg, Ini Penjelasan Disbun
    09 RDP Dengan PT SPRH Perseroda, DPRD Pertanyakan Transparansi Rekrutmen Minta Jagan Ada PHK Karyawan
    10 Bupati Kampar Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi
    11 HUT ke-27 Pelalawan, Pemprov Riau Apresiasi Capaian Pembangunan di Tengah Tekanan Fiskal
    12 Bupati Hj. Kasmarni Ajak Warga Manfaatkan Pekarangan Rumah Tanam Aneka Sayuran
    13 Pekanbaru Kembali Berasap Pekat, Siak dan Kampar Masih Sangat Tidak Sehat
    14 Pemprov Riau Akselerasi Perdagangan Karbon Melalui Program GREEN for Riau
    15 Siak Terima Rp370,8 MIliar Pembiayaan Pembangunan dari Pusat Sepanjang 2026
    16 DPRD Pekanbaru : Pemko Pastikan Setiap Pelanggaran Peraturan Paerah (Perda) Ditindak Secara Konsisten
    17 Anggaran Jalan dan Drainase Pekanbaru 2027 Belum Diputuskan, DPRD Berikan Penjelasan
    18 SF Hariyanto Minta Program Perumahan Dipercepat, Riau Berharap Alokasi Bertambah
    19 Kabut Tebal Selimuti Pekanbaru, Dua Penerbangan ke Jakarta Delay
    20 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    21 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    22 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com