Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mengadakan Tausiyah HIKMAH Puasa Hari Ke 30
Jumat, 21-04-2023 - 08:55:04 WIB 👁 6039
Foto: Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Supardi SH MH dan Jajaran Kejaksaan Tinggi Riau
TERKAIT:
 
  • Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Mengadakan Tausiyah HIKMAH Puasa Hari Ke 30
  •  

    SERGAPONLINE.COM PEKANBARU - Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Dr Supardi SH MH Als. Rd Mahmud Sirnadirasa

    وَال صلََةَ وََال سلََ مَ عَََلَى محَ م دَ وََاٰلِهَِ مََعََ اَلت سْلِيْمَِ وََبِهَِ نََسْتَعِيْ نَ فَِى تََحْصِيْلَِ اَلْعِنَايَةَِ اَلْعَآ مةَِ وََالْهِدَايَةَِ اَلت آ مةَِ، آَمِيْنََ يََا رََ بَ اَلْعَالَمِيْنََ

    Bismillâhirrahmânirrahîm Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

    “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

    Usia Nabi sebelum Nabi Muhammad SAW dan umatnya bisa ratusan tahun, tetapi untuk umat Nabi Nuhammad rata-rata 60-70 tahun. Rasulullah SAW sendiri pernah mengabarkan usia kebanyakan umatnya dalam hadits sebagai berikut:

    عَنَْ أَََبِيَْ هرَيْرَةََ رَََضِيََ اََللَّٰ تَََعَالَى عَََنْهَ قَََالَ، قَََالََ رَََ سوْ لَ اََللَِّٰ صَََل ى اََللَّٰ عَََلَيْهَِ وَََسَل مََ أَََعْمَا رَ أََ متِيََْ
    »ÙŽ Ø±ÙŽÙˆØ§Ù‡ اَلترمذي «ÙŽ Ù…ÙŽØ§ بََيْنََ اَل ست ينََ Ø¥ÙŽÙ„ÙŽÙ‰ اَل سبْعِينََ وََأَقَلُّ همَْ Ù…ÙŽÙŽÙ†ÙŽÙ’ ÙŠÙŽÙŽ جوْ زَ ذََلِكََ

    “Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Usia umatku (umumnya berkisar) antara 60 sampai 70 tahun. Jarang sekali di antara mereka melewati (angka) itu.’” (HR At-Tirmidzi). Meski jarang, tetapi umur sahabat ada yang sampai ratusan tahun. Seperti yang dialami Salman Al Farisi.

    Tetapi tentu juga ada yang belum sampai 60 tahun usianya sudah meninggal dunia. Untuk yang usia panjang ini, Rasulullah SAW menyebutkan jika amalnya banyak akan menjadi manusia yang terbaik. Ini tergambar dalam Hadits sebagai berikut:

    عَنَْ عَََبْدَِ اََل رحْمَنَِ بََْنَِ أَََبِى بَََكْرَةََ عَََنَْ أَََبِيهَِ أَََ نَ رَََ جلََا قَََالَ، يَََا رَََ سولََ اََللَِّٰ أَََىَُّ اََلن اسَِ خَََيْرٌ؟ قَََالَ،َََ
    رََواهََ «ÙŽÙŽ Ù…ÙŽÙ†ÙŽÙ’ طَََالََ ع Ù… رهَ ÙˆÙŽÙŽÙŽØ­ÙŽ سنََ عََمَل Ù‡ ØŒ قَََالََ فَََأىََُّ اََلن اسَِ شََرٌّ؟ قَََالََ Ù…ÙŽÙŽÙŽÙ†ÙŽÙ’ طََالََ ع Ù… رهَ وَََسَاءََ عَََمَل Ù‡ÙŽ
    »ÙŽÙŽ Ø§Ø­Ù…Ø¯ØŒ وَالترمذي، وَالحاكم، وَصححه اَلألباني

    Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya, bahwa seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya”. Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya”. [HR. Ahmad; Tirmidzi; dan Al-Hâkim.

    Dishahihkan oleh Al-Albâni rahimahullah dalam Shahîh at-Targhîb wat Tarhîb, 3/313, no. 3363, Maktabul Ma’arif, cet. 1, th 1421 H / 2000 M] Dengan kedua hadits yang disebutkan di atas maka bagi yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih maka bersyukurlah karena kita telah dapat dikatakan sebagai orang yang panjang umur, dan telah mencapai usia waspada untuk kembali kepadaNya.

    Pada usia itu (60 tahun), sinyal-sinyal kembali kepadaNya telah semakin jelas untuk kita mempersiapkan diri kembali ke alam kematian dengan amalan mulia. Hal ini tentunya sering kita mendengar ketika ada yang berulang tahun dengan menyanyikan “panjang umurnya serta mulia…!!!”. So, tanpa kemuliaan akhlak kehidupan menjadi sia-sia belaka. Pernah terjadi di zaman Nabi Dawud AS., ketika seseorang telah diberi tahu waktu kematiannya.

    Namun demikian, Allah tetap mengujinya dengan sesuatu yang tidak disangka-sangka. Bagaimana kisahnya ? Yuk kita simak… Dikisahkan bahwa dahulu Nabi Dawud AS memiliki seorang sahabat. Layaknya seorang sahabat, ia begitu dekat dengan Sang Nabi AS.

    Hubungannya dengan Sang Nabi terjalin begitu erat. Bahkan bisa dikatakan, ia juga merupakan pengikut setia dakwah Nabi Dawud AS. Sungguh, ia merupakan sahabat yang dicintai oleh Nabi Dawud. Namun sayang, tiba-tiba saja Malaikat Jibril turun ke bumi dan berkata, “Wahai Nabi Dawud, berilah kabar kepada sahabatmu itu, bahwa ajalnya akan segera tiba. 50 hari lagi ia akan meninggal dunia.” Seketika Nabi Dawud AS pun tercengang. Bagaimana tidak, sahabat yang ia kasihi ternyata ditakdirkan oleh Allah untuk sebentar lagi akan undur diri meninggalkan dunia yang fana ini. Akhirnya dengan berat hati, Nabi Dawud AS mengatakan perihal kabar yang telah ia terima dari Malaikat Jibril.
    “Wahai sahabatku, sesungguhnya aku tak sampai hati untuk menyampaikan hal ini kepadamu.

    Namun Jibril memerintahkanku untuk mengatakan kepadamu bahwa ajalmu telah dekat. 50 hari lagi, engkau akan meninggalkan dunia ini,” kata Nabi Dawud AS dengan lirih kepada sahabatnya itu. Mendengar penuturan Nabi Dawud AS, ia begitu bersedih. Betapa cepat waktu berlalu.

    Hingga tak terasa, sebentar lagi ia akan meninggalkan dunia dan berpisah dengan seseorang yang begitu ia cintai. Tak lain tak bukan adalah Dawud AS, Sang Nabi yang selalu ia dampingi. Namun ia tak mau terlarut dalam kesedihan terlalu lama. Di sisa waktunya yang tinggal 50 hari lagi, ia bergegas untuk bersiap-siap menjemput ajal dengan penuh kerelaan.

    Mulai hari itu, ia gunakan hari-harinya untuk lebih semangat dalam beribadah. Hari demi hari silih berganti. Hingga tibalah hari ke-50, waktu ajalnya untuk menghampiri. Ia lantas menyiapkan makanan. Bukan untuk ia makan, melainkan rencananya akan ia haturkan kepada Sang Nabi AS sebagai simbol penghormatan perpisahan.

    Di tengah perjalanannya menemui Nabi Dawud AS, ia berpapasan dengan seorang faqir yang kelaparan. Hatinya pun bimbang. Di satu sisi, ia begitu iba dengan si faqir tersebut. Namun di sisi lain, makanan itu adalah hidangan perpisahan yang ia siapkan khusus untuk Nabi Dawud AS. Ia lantas menghalau kebimbangannya dengan segera.

    Sembari mengulurkan makanan yang ia bawa, dalam hati ia berkata, “Ah, mengapa aku mengedepankan egoku untuk memberi Nabi Dawud AS. Padahal jelas-jelas si faqir ini lebih membutuhkannya.” Si faqir lantas menyambut uluran tangan berisi makanan dengan penuh gembira. Sungguh dari raut mukanya terpancar kebahagiaan tak terkira.

    Bak seorang nelayan yang tak sengaja menemukan harta karun emas permata. Segera saja, si faqir menyantap makanan hingga tak tersisa. Setelah kejadian tersebut, Malaikat Jibril AS lantas diperintahkan oleh Allah ta’ala untuk memberi kabar kepada Nabi Dawud AS. Kabar itu mengatakan bahwa berkah sedekah makanan sahabatnya itu, Allah menunda ajalnya.

    Ia diberikan anugerah tambahan umur 50 tahun lamanya. Setelah ia sampai menghadap kepada Nabi Dawud AS., maka Nabi Dawud pun mengabarkan hal tersebut. Ia terkaget, tak menyangka, bercampur rasa gembira penuh suka cita. Ia lantas bersyukur pada Allah Ta’ala. Subhanallãh, betapa luas karunia dan rahmat Allah Ta’ala. Renungan yang dapat kita petik dari kisah di atas adalah bahwa walaupun kita mengetahui batas usia kita, namun tidak menjamin Allah Ta’ala tidak mengujinya.

    Karena itu, jangan pernah merendahkan amal sekecil apapun karena mungkin saja Allah menyimpan rahasiaNya di dalam amal itu.

    Maka sampaikanlah nasehat atau pengingat apapun kepada sesama umat sebagai amal sholeh kita. Mungkin saja nasehat itu menjadi penyebab Allah merahmati kita. ***Kisah ini disarikan dari Kitab Hasyiyah As-Shawy ‘ala Tafsir Jalalain juz II, halaman 5 karya Syekh Ahmad bin Muhammad As-Shawy Al-Misri Al-Khalwati Al-Maliki (1175-1241 H/1761-1825 M). Marilah kita tutup dengan berdo’a :

    اَللٰ ه مَ طَََ وِلَْ ع موْرَنَا وَََصَ ححَْ أَََجْسَادَنَا وَََنَ وِرَْ قََ ل وْبَنَا وَََثَب تَْ إََِيْمَانَنَا وَََأَحْسِنَْ أَََعْمَالَنَا وَََوَ سعَْ أَََرْزَاقَنَاََ
    وَإِلَى اَلخَيْرَِ قََ ربْنَا وََعَنَِ اَل ش رَ اََبْعِدْنَا وََاقْضَِحََوَائِجَنَا فَِى اَل ديْنَِ وََالدُّنْيَا وََالْْٓخَِرَةَِ إََِن كََ عََلَى ك لَََ
    شَىْ ءَ قََدِيْرٌَ

    Allãhumma thawwil umûranã, wa shahhih ajsãdanã, wa nawwir qulûbanã, wa tsabbit îmãnanã wa ahsin a’mãlanã, wa wassi’ arzãqanã, wa ilal khairi qarribnã wa ‘anisy-syarri ab’idnã, waqdhi hawãijanã fid-dîni wad-dunyã wal-ãkhirati innaka ‘alã kulli syai-in qadîr “Ya Allah, panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Doa ini dapat dipanjatkan setiap hari agar senantiasa diberi keberkahan dalam hidup oleh Allah SWT. Wallãhu A’lamu bish-Shawãb.

    Editor: jasril chaniago




     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Rakor Akselerasi Perda Green City Perda Lingkungan Kota Pekanbaru Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru
  • Polres Kampar Serahkan Jembatan Merah Putih Presisi Hasil Renovasi ke Warga Pulau Jambu Kuok
  • Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026
  • Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Dari Desa Palas Untuk Indonesia! Berjayalah Bangsaku Majulah Desaku
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Rakor Akselerasi Perda Green City Perda Lingkungan Kota Pekanbaru Bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru
    03 Polres Kampar Serahkan Jembatan Merah Putih Presisi Hasil Renovasi ke Warga Pulau Jambu Kuok
    04 Wakil Bupati Bintan, Deby Maryanti Sampaikan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026
    05 Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Dari Desa Palas Untuk Indonesia! Berjayalah Bangsaku Majulah Desaku
    06 Semangat Dukung Swasembada Pangan, Kapolsek Kampar Turun Langsung Panen Jagung di Sendayan
    07 Dirlantas Polda Riau Tebarkan Semangat Keselamatan Berlalulintas Jelang HUT RI Ke-81
    08 Pemkab Bintan Buka Seleksi Bakal Calon Komisaris dan Direktur BUMD PT. Bintan Karya Bahari (Perseroda)
    09 Polres Dumai Laksanakan Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR) Berikan Pelayanan Humanis Kepada Masyarakat Pesisir
    10 Polres Inhil Bersama Pemkab Inhil dan BKSDA Riau, Perkuat Sinergi Tangani Gangguan Kera Liar di Tembilahan
    11 Kapolresta Pekanbaru Pimpin Gelar Penanggulangan Karhutla Dan Banjir Bersama BPBD Kota Pekanbaru
    12 TIM Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tembus Pedalaman Talang Mamak Kobarkan Semangat Merah Putih Hadirkan Kepedulian Nyata Untuk Negeri
    13 Rohil Berstatus KLB Malaria, Wabup Jhony Charles Pimpin Rakor dan Tegaskan Sinergi Lintas OPD
    14 Hadiri Pemusnahan BB, DPRD Bengkalis Ajak Masyarakat Basmi Narkoba
    15 Buka Bakti Taruna 2026, Wabup Rohil Jhony Charles Minta Peserta Jadi Role Model
    16 Rayakan HUT RI ke-81, Kades Palas H. Samsari AS Siapkan Hadiah Sapi Untuk Juara 1 Lomba Kebersihan Lingkungan
    17 Bupati Roby Kurniawan Serahkan 11 Unit Sarana Penangkapan Ikan kepada Kelompok Nelayan
    18 Sentuhan Humanis Kalapas Pekanbaru Lewat Waksabi di Blok Hunian
    19 Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan Enam Paket Diduga Sabu
    20 Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan Enam Paket Diduga Sabu
    21 Polantas Karib Hadir, Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Warnai Car Free Day Pekanbaru
    22 Lapas Kelas IIB Teluk Kuantan Gelar Coffee Morning Bersama Kapolres Kuantan Singingi
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com