SERGAPONLINE.COM PEKANBARU-Sesuai pemberitaaan dibeberapa media online terkait dugaan, pihak Hotel Furaya Pekanbaru tersebut menyediakan Bodyguard untuk membek-Up Hotel dan menyerang wartawan yang sedang melakukan wawancara dengan Duty Management Hotel Furaya, yang berinisala SH peristiwa terjadi Rabu (5/12/2018).
Sunarto sebagai Management Operasional Hotel Furaya yang didampingi Edik Sebagai Duty Management/Humas dan Ayu sebagai Manager KTV, ketika diwawancarai media di Hotel Furaya pada Kamis (6/12/2018), mengatakan, "Tuduhan dan pemberitaan di beberapa media Online yang mengatakan Hotel Furaya menyediakan Bodyguard untuk membek-Up dan menyerang wartawan, saya mengatakan berita itu tidak benar."
Meunurut saya masalah ini tidak seharusnya dibesar-besarkan, karena masa hanya gara keterlambatan pemansangan spanduk organisasi media Online Indonesia (MOI), Sunarto menjelaskan kronologis munculnya pemberitaan teserbut, pada saat itu MOI mengadakan acara pelantikan di Hotel Furaya, namun kami membenarkan adanya keterlambatan pemasangan spanduk tersebut,dan atas keterlambatan itu pihak MOI mungkin tidak terima, dan kami selaku pihak Hotel sudah melakukan permintaan maaf.
Kemudian usai acara tersebut, tiba-tiba kami menerima surat dari MOI yaitu sifat konfirmasi yang mengatakan pihak Hotel Furaya Pekanbaru tidak professional untuk melayani pada saat penyelenggaraaan pelantikan DPW MOI Riau, dalam surat tersebut ada tiga aitem bahan konfirmasi yaitu; pihak Hotel menyediakan wanita penghibur, Dugaan penjualan obat-obat terlarang, batas waktu sampai pagi tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini kita tanggapi dan meresponinya hingga kita mengajak orang MOI untuk kita layani diwawancara.
Saat orang MOI datang kita melayani dengan baik, dan kita sudah siapkan jawaban ssesui surat konfirmasi yang kita terima, tentu supaya jawaban tidak bertele-tele maka kuasa Hukumlah yang menjawab dan menjelaskan. Sebelum kita memberikan penjelasan terlebih dahulu kita minta kepada MOI agar dapat menyelesaikan sisah adminstrasi biaya acara pelantikan MOI tersebut sebesar Rp 6500.000 (Enam juta lima ratus ribu rupiah),dan kita kasih kopepensasi sebesar Rp 1.000.000 (Satu juta rupiah) total yang MOI bayar lagi sbesar Rp 5500.000 (Lima juta lima ratus rupiah), lalu pihak MOI tidak terima saran tersebut.
Beberapa dari tim MOI ngotot dan memaksa agar segera dijawab surat konfIrmasi mereka, sambil mengatakan sisah Adminstrasi akan segera kami bayar dan lunasi, kami juga mengatakan agar permasahannya dapat diselesaikan satu persatu, namun mereka kurang terima sehingga ada dari antara mereka yang mengatakan, kalau begini kita pulang saja dengan nada volume suara keras-keras.
Saat nada suara orang terdengar keras, maka ada beberapa Member Hotel Furaya disini mendekati untuk mencoba menenangkan, lalu piha orang MOI langsung menyerang SH sesuai insial dalam berita dengan berkata, ini ya Bodyguard Hotel Furaya yang membeking, sambil mendorong member kita tersebut, atas kejadian ini kami pihak Hotel Furaya Pekanbaru tidak membenarkan berita tersebut yang mengatakan, Hotel Furaya memiliki Bodyguard. Karena kami sudah ada keamanan khusus yaitu security, tuduhan dan pemberitaan tersebut merupakan berita hoaxs dan tidak benar.
Tambah Sunarto, terkait surat konfirmasi MOI sudah kami balas, dan mengenai pertanyaan tentang pihak Hotel Furaya ada menyediakan Wanita hiburan dan menjual Obat-obat terlarang serta waktu buka sampai pagi.
Saya mengatakan hotel furaya tidak benar menyediakan wanita hiburan, dan tidak ada menjual obat-obat terlarang, dan waktu sudah sesuai denga ketentuan. Sunarto menegaskan "jika ada bukti dan saksi sesuai dugaan MOI tersebut silahkan saja laporkan kepada penegak hukum dan kita siap menghadapi sesuai mekanismennya." Setelah itu satu jam kemudian pihak orang MOI datang lagi ke Hotel Furaya untuk membayar sisah Administrasi tersebut. Tegas Sunarto.
Selain itu saudara Hondro sebagai Ketua DPW Propinsi Riau Ikatan Media Online (IMO) Indonesia dan member Hotel Furaya Pekanbaru ketika di wawancarai media ini kamis (6/12/2018) mengatakan, "Atas pemberitaan media online tersebut yang menudingkan saya sebagai Bodyguard Hotel Furaya, Saya tegaskan, itu tidak benar." Hondro menjelaskan, pada saat itu saya bersama teman saya Toro ziduhu Laia sedang ngopi diruang VIV Hotel Furaya, tiba-tiba terdengar suara yang keras diruang VIV tersebut, lalu saya mendekati tempat dimana keributan itu, rupanya terlihat rombongan dari MOI sedang berbicara dengan Manager Hotel Furaya Sunarto, kemudian saya datang untuk mencoba menenangkan rombongan MOI tersebut dan bertanya, ada apa ini ketua ? tiba-tiba orang MOI mengatakan kepada Sunarto, ohhhh ini ya Bodyguard Hotel Furaya yang sudah disediakan untuk membengking.! Sambil saya didorong dan ditolak.
Atas tuduhan itu saya juga mencoba menjelaskan, namun karena emosi mereka tidak dapat dikendalikan, mereka selalu mendorong saya dengan mengajak berkelahi, saya menco untuk sabar namun mereka tetap memancing saya untuk adu jotos, dan pihak Manager Hotel Furaya dan orang yang sedang berkunjung saat itu, mencoba melarai dan menenangkan situasi. Pada pagi harinya saya membaca berita dari media online, saya diberitakan sebagai Bodyguard Hotel Furaya. Hal ini juga saya tidak terima karena berita tersebut tidak benar dan Hoaxs, ini merupakan telah meng fitnah dan mencemarkan nama baik saya.
Hondro menegaskan berita ini harus dipertanggung jawabkan, kareana dinilai berita tersebut tidak akurat, artinya informasi di peroleh hanya sepihak, dan tidak memenuhi kaidah-kaidah kode etik jurnalistik dalam pasal 3 tengang kode etik jurnalistik yaitu, wartawan indonesia selalu menguji informasi memberitakan secara akurat dan berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi serta menerapkan hak azasi praduga tak bersalah, dan saya akan melaporkan kepenegak Hukum untuk dapat mempertanggung jawabkan pemberitaan tersebut. Tegas Hondro.(red)