Masyarakat Desa Terantang Dan Keluarga Korban KUD Iyo Basamo Meminta Penegak Hukum Tangkap Aktor Bentrokan Berdarah
Rabu, 22-06-2022 - 13:34:58 WIB 👁 22470
Photo: Widyawati Beserta  Masyarakat Desa Terantang. Senin. (20/6/2022)
TERKAIT:
 
  • Masyarakat Desa Terantang Dan Keluarga Korban KUD Iyo Basamo Meminta Penegak Hukum Tangkap Aktor Bentrokan Berdarah
  •  

    SERGAPONLINE.COM KAMPAR - Pasca bentrokan berdarah di Area Kebun Koperasi Iyo Basamo Desa Terantang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Menghasilkan perdamaian kedua belah Pihak dan beberapa kesepakatan antara Dua Kubu yang bertikai, Senin (20/6/2022).

    Begitu banyak Korban saat bentrokan dan tindakan kekerasan terhadap Warga yang kebanyakan anak kecil dan para Ibu-ibu yang menjadi korban bahkan ada anak tromatis Saat pertikaian tersebut prihatin. " dan akhirnya para keluarga Korban tidak mudah menerima hasil Kesepakatan yang telah dibuat.

    "Saat beberapa awak media di lokasi barak masyarakat. mengkonfirmasi.Selasa.21/6/22 kepada salah satu warga yang tidak terima keluarganya jadi korban saat penyerangan pada kejadian tersebut tepatnya Minggu.19/6/22. Memang ada perdamaian dan kesepakatan,kita hargai itu karna Negara Kita Negara Hukum dan kita Apresiasi Kepada Pihak Kepolisian yang gerak cepat dalam mengambil langkah Hukum, Serta kepada Bapak Bupati Kampar yang telah mengambil langkah cepat atas penanganan kasus bentrokan berdarah ini".

    "Akan tetapi yang perlu digaris bawahi yaitu kita berharap Pihak yang berwajib khusus nya Polres Kampar agar menangkap Dalang dari bentrokan brutal ini, ungkapnya. Dan Kesepakatan belum bisa kita artikan berdamai, namun Hukum tetap harus ditegakkan dan segera diproses sampai Dalangnya ditangkap".Ujar Widiawati salah satu Keluarga korban bentrokan tersebut.

    Beberapa hari yang lalu kita melihat dibeberapa Media Online yang menyebutkan kedua belah Pihak berdamai dan menyebutkan konflik bentrokan berdarah berakhir, Narasi tersebut sangat disesalkan oleh ketua Koperasi Yuslianti, Pasalnya, Narasi pemberitaan tidak mengatakan siapa Dalang dibalik bentrokan tersebut.

    "Saya membenarkan adanya kesepakatan antara saya dan Hermayalis di Balai adat,akan tetapi Kami tidak terima disebut berdamai. Keluarga kami dibantai, dihajar dengan senjata tajam, kok dibilang sudah berdamai," .Ungkap Yuslianti kepada Media ini.


    "Saat awak media mengkonfirmasi melalui telp selulernya. Nomor 08527109xxxx Saya meminta Dalang atau Aktor Intelektual kerusuhan kekerasan segera ditangkap. Saya yakin Pihak kepolisian dalam Waktu dekat ini dapat menangkap Dalang nya, Karna sudah 17 Orang terduga pelaku kekerasan dalam bentrokan tersebut telah diamankan pada Minggu malam (19/6), Dari keterangan terduga Pelaku yang ditangkap, Saya yakin Pihak Kepolisian dapat informasi siapa yang menyuruh hingga mendanai aksi keberutalan mereka".Ujar Yuslianti.

    Ditambahkan Yuslianti,"Pihaknya akan membantu Pihak yang berwajib untuk terus mengumpulkan bukti-bukti pelaku adalah orang suruhan Dalang tersebut".

    Dari pantauan Media ini, Dinas Kesehatan Kampar mencatat 14 orang menjadi korban dan telah divisium di RS Bhayangkara Polda Riau. Kubu Yuslianti menambah dua korban lagi untuk divisum. Sehingga jumlahnya menjadi 16 orang.

    Lebih lanjut Yuslianti menerangkan, mediasi di Balai Adat yang difasilitasi Lembaga Adat Kampar (LAK) yang menghasilkan kesepakatan."Kesepakatannya, masing-masing pihak tarik diri dari Lokasi Kebun Koperasi Iyo Basamo yang Luas nya 425 Ha. Lalu menyerahkan pengelolaannya kepada PTPN 5 sampai putusan pengadilan keluar".Pungkasnya.

    Seperti diketahui, Hermayalis menggugat kepengurusan Yuslianti yang terpilih dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) pada September 2021 lalu. Hasil RALB bahkan sudah mendapat pengakuan dari Pemerintah Kabupaten Kampar. Hermayalis pun turut menarik Pemkab Kampar sebagai Turut Tergugat.
    Pengadilan Negeri Bangkinang memenangkan Hermayalis. Yuslianti cs banding. Pengadilan Tinggi Riau membatalkan putusan PN Bangkinang dan tuntutan agar kepengurusan Yuslianti digugurkan tak dapat diterima. Sekarang perkara ini sedang berproses kasasi di Mahkamah Agung.

    Yuslianti mengklaim kepengurusannya masih yang sah. Tetapi ia menghormati solusi status Quo kepengurusan untuk mencegah bentrok berdarah terulang.

     "Mediasi kita ikuti hanya untuk mencegah konflik di lapangan," katanya.
    Ia menuntut transparasi keuangan koperasi sebagai konsekuensi dari mediasi tersebut. Menurut dia, selama ini keuangan masih dikuasai Hermayalis.

    "Meski faktanya, ia dan kawan-kawan adalah pengurus yang sah secara hukum.
    Menurut dia, Hermayalis mengirim hasil produksi Kelapa Sawit ke PT. Perkebunan Nusantara 5 melalui pemasok. Uang hasil penjualan dikirim PTPN V melalui pemasok ke Hermayalis".

    Editor:  Jasril Chaniago



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Polresta Pekanbaru Dukung Program Swasembada Pangan Melalui Penguatan Ketahanan Pangan di Tengah Masyarakat
  • Tim Gabungan URC Satreskrim Polres Pasbar Ringkus Pelaku Penganiyaan di Kecamatan Gunung Tuleh
  • Pasangan Suami Istri Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Pasaman Barat Ditangkap Polisi
  • Kapolda Sumbar: Bangun Taman Lalu Lintas Menjadi Investasi Jangka Panjang Membangun Generasi Tertib Berlalu Lintas
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Polresta Pekanbaru Dukung Program Swasembada Pangan Melalui Penguatan Ketahanan Pangan di Tengah Masyarakat
    03 Tim Gabungan URC Satreskrim Polres Pasbar Ringkus Pelaku Penganiyaan di Kecamatan Gunung Tuleh
    04 Pasangan Suami Istri Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Pasaman Barat Ditangkap Polisi
    05 Kapolda Sumbar: Bangun Taman Lalu Lintas Menjadi Investasi Jangka Panjang Membangun Generasi Tertib Berlalu Lintas
    06 Polda Sumbar dan Pemprov Gelar Subuh Mubarak, Sinergikan Pendidikan Karakter Serta Gerakan Subuh Berjamaah
    07 Kakanwil Resmikan PRIMKOPASINDO, Perkuat Pembinaan, Pengawasan, dan Keamanan Lapas Bengkalis
    08 Turun Langsung Ke Lapangan, Kapolda Riau Tinjau Progres Jembatan Merah Putih Presisi Di Dumai
    09 Sukseskan Program Presiden RI, Kapolsek Singingi Tinjau Perkarangan Taman Bergizi Warga
    10 Bentuk Apresiasi Atas Dedikasi Anggota, Polresta Pekanbaru Anugerahkan Kenaikan Pangkat kepada 116 Personel
    11 Terima Kasih Kapolda dan Dirlantas Polda Sumbar, Ibu Iche Kini Miliki Rumah Layak Huni
    12 Dirlantas Polda Sumbar Resmikan Rumah Hasil Bedah Rumah dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
    13 Kapolsek Ranah Batahan Tegaskan Komitmen Polri Presisi: Penegakan Hukum Humanis, Profesional, dan Berkeadilan
    14 Ketua DPW GMPK Riau Ucapkan Selamat Atas Kenaikan Pangkat Putra Adin Mardeka Menjadi AKP
    15 Kakanwil Ajak Jajaran Lapas Bagansiapiapi Wujudkan IMIPAS PRIMA Berbasis Integritas
    16 APJI dan MPP Kawal Ketat SPMB Riau, Tegaskan Stop Praktik “Jual Bangku” di Sekolah
    17 Luar Biasa Mantap Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
    18 3 Gelar Juara! Polres Kampar Bersinar Di Hari Bhayangkara Ke-80
    19 Kepedulian Hingga Hari Ini, Dirlantas Polda Riau Sukses Salurkan 7.075 Paket Bansos di Seluruh Kota dan Kabupaten di Riau
    20 Ketua PEKAT IB Riau Edwin Aditya Nugraha Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Pengabdian Polri
    21 Prosesi Sertijab dan Kenal Pamit Lima Pejabat Polres Dumai Berlangsung Khidmat
    22 Wakapolda Sumbar Pimpin Rilis Capaian Semester I 2026: 705 Kasus Diungkap, 41 Kg Sabu dan 586 Kg Ganja Disita
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com