SMAN 2 Rambah Hilir Rohul Bantah Wajibkan Siswi Non Muslim Berjilbab
selasa, 28-08-2018 - 14:23:07 WIB 👁 74241

TERKAIT:
 
  • SMAN 2 Rambah Hilir Rohul Bantah Wajibkan Siswi Non Muslim Berjilbab
  •  

    SERGAPONLINE.COM INHIL- Kepala SMA Negeri 2 Rambah Hilir Berwawasan Unggulan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Nurman S.Pd, memberikan klarifikasi soal siswi non muslim memakai jilbab atau hijab di sekolahnya.

    Nurman mengatakan jilbab sudah menjadi bagian dari seragam siswi di SMAN 2 Rambah Hilir, apalagi Rohul merupakan bagian dari Provinsi Riau yang kental dengan budaya melayu.

    Meski sudah menjadi bagian dari seragam, diakui Nurman, tidak ada paksaan dari tenaga pendidik SMAN 2 Rambah Hilir ‎agar siswi memakai jilbab ke sekolah.

    "Kami tak pernah ada aturan wajib jilbab, cuma selaku pendidik, maklumlah kita ini di daerah melayu, memang jilbab sudah umum. Demi memotivasi anak tentu kami sampaikan, untuk meningkatkan budaya sekolah kita. Tapi jilbab tidak wajib," jelas Nurman menjawab riauterkini.com, Senin malam (27/8/2018).

    Nurman menerangkan budaya jilbab sudah ada sejak SMAN 2 Rambah Hilir berdiri sekitar 2002 silam. Tenaga pendidik juga tidak pernah menghukum atau memberi sanksi‎ kepada siswi non muslim yang tidak memakai jilbab atau menegurnya.

    Diakuinya, tidak ada aturan tertulis yang mengharuskan siswi non muslim memakai jilbab di SMAN 2 Rambah Hilir selama ini.‎ Namun karena Rohul merupakan daerah melayu, maka jilbab menjadi salah satu ciri khas seragam siswi.

    ‎"Dan kita pun (tenaga pendidik) tidak pernah memandang agama,‎" ujarnya.

    ‎Ia mengatakan sebelum menjabat Kepala SMAN 2 Rambah Hilir, dirinya juga mengajar di sekolah ini sejak lama. Seingatnya, ia atau tenaga pendidik lain juga belum pernah menegur siswi non muslim yang tidak memakai jilbab.

    Nurman bertemu dengan tiga orang tua siswi non muslim, seperti Jumas Sinaga ayah dari siswi Rista Pintaria, Pardamean Simbolon ayah dari siswi Roito Ilfiana boru Simbolon, dan Nurmaida boru Sihotang selaku ibu dari siswi bernama Raimana Simanjuntak.

    Pada pertemuan Senin petang hingga malam hari tersebut, Nurman telah menyampaikan kepada orang tua siswi non muslim bahwa pihak sekolah tidak pernah mewajibkan jilbab pada anak-anak mereka. Ia juga persilahkan siswi non muslim tidak memakai jilbab ke sekolah.

    "Memang inti kita mendidik bukan pakaian sesungguhnya, yang penting datang ke sekolah. Tetapi karena anak selama ini sudah punya pakaian warna demikian tentu kita pelihara, dan selama ini tidak ada yang komplain," ungkap Nurman, dan mengaku ada sekira 43 siswa dan siswi non muslim di sekolahnya, namun tetap diperlakukan sama dengan pelajar lain.

    "Walau bagaimana pun, pakaian‎ itu kan penampilan sebuah sekolah, kebanggaan bagi mereka. Dan kami didik anak selalu bangga dengan sekolahnya agar mereka semangat," terusnya.

    ‎Nurman mengaku selama ini‎ belum ada orang tua siswi non muslim yang keberatan anaknya memakai jilbab ke sekolah.‎ Kecuali belum lama ini, ada seorang orang tua siswi yang keberatan.

    "Jadi memakai jilbab bukan aturan tertulis," tegas Nurman lagi. Ia juga mengatakan sebagian besar siswi non muslim bahkan senang memakai jilbab, seperti‎ dilakukan para senior dan alumni mereka.

    Orang Tua Siswi tidak Keberatan

    ‎Sementara itu Jumas Sinaga selaku ayah dari Rista Pintaria boru Sinaga mengaku kaget dipanggil pihak sekolah pada Senin petang (27/8/2018) itu.

    Jumas mengatakan sejak anaknya masuk di SMAN 2 Rambah Hilir tidak ada aturan atau paksaan dari pihak sekolah untuk memakai jilbab.

    "Kalau dia memakai jilbab, mungkin karena sudah budaya di sekolah ini. Dan kami pun tidak keberatan mereka memakainya," jelas Jumas, dan mengaku sangat kaget saat dipanggil agar datang ke sekolah, sebab sore hari kemarin dirinya tengah mandi di sungai.

    ‎Jumas mengaku tidak akan melarang putrinya memakai jilbab, bahkan akan meminta anaknya untuk menuruti peraturan sekolah.

    ‎"Nanti di rumah saya akan bilang ke anak saya agar memakai pakaian biasa, Senin pakaian apa, Rabu pakaian apa, sesuai peraturan sekolah," katanya.

    Jumas mengaku meski putrinya memakai jilbab di sekolah, namun anaknya tidak mengikuti ajaran agama lain, sebab mereka tetap mendapatkan pelajaran kristen di SMAN 2 Rambah Hilir.

    "Itu kebudayaan (memakai jilbab). Sebenarnya pelajaran nasrani pun ada di sini (di sekolah)," pungkas Jumas. Persoalan ini mencuat setelah muncul di media sosial kritikan atas pemakaian jilbab oleh siswi-siswi non muslim di sekolah itu.(rtc/so)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
  • Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
  • Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
  • Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 Operasi Gabungan Bareskrim Polri dan Polda Riau, 68 Orang Diamankan di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru
    03 Perkuat Keimanan dan Motivasi Warga Binaan, Kalapas Perempuan Pekanbaru Berikan Pembinaan Spiritual
    04 Kental Nuansa Melayu, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Awali Tugas dengan Tepuk Tepung Tawar
    05 Tradisi Penghormatan Polri, Welcome and Farewell Parade Tandai Pergantian Kapolda Riau
    06 Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Komjen Herry Heryawan
    07 Resmi Dibuka, MTQ Kampar Ke-55 Diikuti 642 Peserta
    08 Hari Ini, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka
    09 Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegaskan Komitmen Sinergi Pemkab Kampar dan Polri
    10 Bupati Asmar Hadiri Kenal Pamit Kapolda Riau
    11
    12 41 Perangkat Daerah Meriahkan Karnaval Hari jadi Siak Ke-27
    13 Sambut Hari Jadi ke-27, Pemkab Siak Gelar Sunat dan Nikah Massal
    14 MoU Kebun Masyarakat Rp57 Miliar Diteken, Afni: Hak Plasma Itu Perintah Undang-Undang
    15 APBD Pekanbaru 2027 Diproyeksikan Rp3,18 Triliun, DPRD Targetkan Rampung November
    16 Sekolah Pelalawan Mulai Tatap Muka Terbatas, Kuala Kampar Masih Daring Akibat Kabut Asap
    17 Respon Cepat Polsek Kampar: Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang di Km 54 Langsung Dibereskan, Jalan Kembali Normal
    18 Subuh Keliling Polsek Kampar Kiri: Hadir di Tengah Warga, Eratkan Silaturahmi Sejak Pagi Hari
    19 Tim Opsnal Polres Pasaman Barat Ringkus Pelaku Pencurian Panel dan Elektrik Alat Berat di Nagari Ophir
    20 Subuh Keliling Kapolsek Kampar Kiri Kompol Nurman Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibnas Yang Kondusif
    21 Puluhan Karyawan PT SPRH Kembali Terancam PHK, Bagaimana Perlindungan Hak Mereka?
    22 Polsek Kampar Kiri Tangkap Warga Desa Subarak Terkait Peredaran Narkoba
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com