Pemuda Pedekik Angkat Perang Sosoh Jadi Film
Selasa, 07-08-2018 - 18:12:45 WIB šŸ‘ 25206

TERKAIT:
 
  • Pemuda Pedekik Angkat Perang Sosoh Jadi Film
  •  

    SERGAPONLINE.COM BENGKALIS - Akhirnya, Perang Sosoh yang terjadi pada 9 Januari 1949 di Desa Pedekik Kecamatan Bengkalis silam, diangkat menjadi film pendek.

    Berawal dari niat dan kegiatan pemuda desa ini menaja Malam Kenduri Kenegaraan yang telah dilaksanakan pada Agustus sejak dua tahun terakhir dengan serangkaian acara yang fokus mengangkat sejarah perjuangan di desa ini, maka disepakati untuk mengangkat Perang Sosoh ke dalam sebuah karya audio video agar ianya menjadi awal yang lebih baik kedepannya.

    Proses pengambilan gambar atau shooting perdana Perang Sosoh telah dimulai pada Ahad, 5 Agustus 2018 malam ba'da Isya yang berlokasi di rumah Mbah Ikhsan, tepat di depan Masjid Fisabilillah. Tepat pukul 20.20 WIB, acara diawali dengan pembacaan do'a Dalimi yang dibawakan oleh dan diamkan puluhan kru dan pemain film Perang Sosoh yang mayoritasnya pemuda desa setempat.

    Sebagaimana dikutip koranriau.net, disebutkan bahwa untuk melakukan pengambilan gambar film sejarah ini proses panjang dengan melakukan pengumpulan berbagai data telah dilakukan baik tokoh, tempat dan waktu kejadian, pakaian, maupun kelengkapan lainnya.

    Sebelum proses shooting malam itu, beberapa orang anak-anak usia sekolah dasar terlihat berbincang-bincang. "Shooting tu opo," ungkap seorang bocah lanang dalam bahasa Jawa. Mereka terlihat asyik bercengkrama dengan topik film pendek yang skenario ditulis dan disutradarai oleh Musrial Mustafa sang pencipta lagu Negeri Junjungan ini.

    "Kami dan kawan-kawan pemuda berharap apa yang kita angkat hari ini menjadi renungan kita semua perlunya mengenal sejarah perjuangan para pahlawan demi kemerdekaan Republik Indonesia. Yang kedua, kita ingin memberikan edukasi kepada adik-adik berupa ilmu tambahan, wawasan pentingnya mengenal beberapa pahlawan Perang Sosoh yang hari ini menjadi bukti sejarah bahwa perang ini pernah terjadi. Kemudian yang ketiga kami berharap ini menjadi karya atau sumbangsih pemikiran pemuda untuk Kabupaten Bengkalis pada umumnya, Pedekik khususnya dan seluruh bangsa ini. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan menjadi film yang sempurna. Ini akan kita teruskan sampai menjadi film yang utuh," ungkap konseptor Malam Kenduri Kenegaraan, Farhan kepada Koranriau.net, Ahad malam, 5 Agustus 2018 setelah selesainya proses shooting perdana.

    Film Perang Sosoh masih jauh dari kesempurnaan, Farhan berharap, "Ini menjadi evaluasi bagi kami. Film yang berdurasi 10 sampai 15 menit ini masih jauh dari kesempurnaan. Ada beberapa hal sejarah yang akan kami lengkapi nantinya. Nah, kami berharap dapat mencari sumber-sumber lain sehingga beberapa nama yang hilang, bisa ditemukan. Dan cerita ini bisa kita sempurnakan," tutup Farhan dengan suara sedikit kelelahan.

    "Skenario sebuah film apalagi itu film sejarah, kita perlu data-data yang lengkap yang bersumber dari para tokoh pejuang ataupun keluarga pejuang. Catatan-catatan tentang Perang Sosoh ini sangat susah kita dapati sehingga saya dalam menulis skenario film ini terhenti-terhenti sejenak untuk memikirkan benang merah sejarah Perang Sosok di Pedekik ini," kata Musrial Mustafa sang penulis skenario pula.

    "Alhamdulillah, malam ini kita mendapatkan apa yang kita harapkan. Saya sendiri menjiwai orang-orang tua dulu berjuang seperti malam inilah," kata Masnawi yang berperan sebagai Imam Bulqin fisabilillah dari Selat Baru seraya mengaku aktingnya bagaikan ada satu kekuatan di luar dirinya.

    Sementara itu, di mata seorang tokoh pemuda Kabupaten Bengkalis, Misliadi yang saat ini Ketua Karang Taruna Kabupaten Bengkalis, salut kepada pemuda Pedekik yang kompak dan bisa dijadikan contoh bagi desa-desa lain. "Karena penuh semangat, penuh gagasan-gagasan yang luar biasa untuk membangkitkan desanya supaya kedepannya mungkin desa ini bisa lebih dikenal orang," puji Misliadi.

    Misliadi menyayangkan pemerintah daerah dalam beberapa momentum kurang menjadikan Desa Pedekik sebagai destinasi utama. "Seperti dalam ulang tahun Bengkalis, Pedekik yang punya peranan penting tapi tidak pernah dikunjungi oleh pemerintah daerah. Kemudian, napak tilas - napak tilas yang dilakukan katakanlah kurang dijadikan destinasi utama. Ini terbukti dengan beberapa peninggalan yang bisa dibangun oleh pemerintah daerah tidak dibangun," bebernya.

    Masih menurut Misliadi, "Bisa saja pemerintah daerah hari ini mencanangkan Desa Pedekik ini menjadi desa wisata sejarah, dibangun beberapa fasilitas pendukung termasuk memelihara rumah peninggalan Kyai Ikhsan ini yang seharusnya telah masuk ke dalam aset atau benda sejarah yang dipelihara pemerintah. Kami harapkan kedepannya, pemerintah daerah memperhatikan hal-hal seperti ini. Sekali lagi, saya katakan salut kepada pemuda Desa Pedekik," tutur Misliadi menutup wawancara. (DISKOMINFOTIK)



     
    Berita Lainnya :
  • Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
  • GEMA Melayu Riau RDPU di DPR RI, Sekjen Dukung Bupati dan DPRD Inhu Segerakan Perda MHA
  • Polsek Mandau Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Talang Mandi – Satu Tersangka Diamankan, Satu Lagi DPO
  • Sigap, Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau dan Tim Lalin HK Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
  • Langsung Tanggapi Aduan Masyarakat, Polres Pasaman Barat Gelar Patroli Cegah Aksi Premanisme Dan Pungli Di Objek Wisata
  •  
    Komentar Anda :

     
        Indeks Berita
    01 Polsek Kampar Tangkap Dua Pelaku Narkoba di Desa Sendayan
    02 GEMA Melayu Riau RDPU di DPR RI, Sekjen Dukung Bupati dan DPRD Inhu Segerakan Perda MHA
    03 Polsek Mandau Berhasil Tangkap Pengedar Sabu di Talang Mandi – Satu Tersangka Diamankan, Satu Lagi DPO
    04 Sigap, Personel Sat PJR Ditlantas Polda Riau dan Tim Lalin HK Berjibaku Selamatkan Korban Kecelakaan di Tol Pekanbaru–Dumai
    05 Langsung Tanggapi Aduan Masyarakat, Polres Pasaman Barat Gelar Patroli Cegah Aksi Premanisme Dan Pungli Di Objek Wisata
    06 Komisi V DPRD Provinsi Riau Mengadakan Hearing Tentang Perda Tanah Ulayat Bersama LAM Riau dan Kanwil BPN Riau
    07 Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Pimpin Apel Pagi Tekankan Disiplin, Keamanan, dan Deteksi Dini
    08 Weekend, Ciptakan Lalu Lintas Aman, Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
    09 Rutan Pekanbaru dan Kemenag Kota Pekanbaru Bersinergi Perkuat Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
    10 Kakanwil Ditjenpas Riau Beri Penguatan Tupoksi dan Integritas Bagi Petugas Rutan Kelas IIB Dumai
    11 Polresta Pekanbaru Dukung Program Swasembada Pangan Melalui Penguatan Ketahanan Pangan di Tengah Masyarakat
    12 Tim Gabungan URC Satreskrim Polres Pasbar Ringkus Pelaku Penganiyaan di Kecamatan Gunung Tuleh
    13 Pasangan Suami Istri Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Pasaman Barat Ditangkap Polisi
    14 Kapolda Sumbar: Bangun Taman Lalu Lintas Menjadi Investasi Jangka Panjang Membangun Generasi Tertib Berlalu Lintas
    15 Polda Sumbar dan Pemprov Gelar Subuh Mubarak, Sinergikan Pendidikan Karakter Serta Gerakan Subuh Berjamaah
    16 Kakanwil Resmikan PRIMKOPASINDO, Perkuat Pembinaan, Pengawasan, dan Keamanan Lapas Bengkalis
    17 Turun Langsung Ke Lapangan, Kapolda Riau Tinjau Progres Jembatan Merah Putih Presisi Di Dumai
    18 Sukseskan Program Presiden RI, Kapolsek Singingi Tinjau Perkarangan Taman Bergizi Warga
    19 Bentuk Apresiasi Atas Dedikasi Anggota, Polresta Pekanbaru Anugerahkan Kenaikan Pangkat kepada 116 Personel
    20 Terima Kasih Kapolda dan Dirlantas Polda Sumbar, Ibu Iche Kini Miliki Rumah Layak Huni
    21 Dirlantas Polda Sumbar Resmikan Rumah Hasil Bedah Rumah dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
    22 Kapolsek Ranah Batahan Tegaskan Komitmen Polri Presisi: Penegakan Hukum Humanis, Profesional, dan Berkeadilan
     
     
     
     
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © Sergaponline.com