Rabu, 13 November 2019
 
Pembangunan Rabat Beton di Hilimbosi, Diduga Memborosan Uang Negara
Kamis, 07 November 2019 - 11:28:45 WIB

TERKAIT:
 
  • Pembangunan Rabat Beton di Hilimbosi, Diduga Memborosan Uang Negara
  •  

    SERGAPONLINE.COM NIAS UTARA - Membangun infrastruktur untuk kemajuan daerah itu sudah layak dan sudah menjadi kewajiban pemerintah. Namun sangat disayangkan bila pada pembangunan tersebut menjadi ajang untuk merampok uang rakyat secara terselubung. Patut diduga apabila sebuah proyek yang dibangun oleh pemerintah dengan tidak memasang papan proyek atau papan informasi, jelas akan menuai kecurigaan yang mendasar. Betapa tidak ? Sekarang masyarakat sudah mengetahui tentang undang_undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang diundangkan pada tanggal 30 April 2008, dimana salah satu produk hukum yang menyatakan  bahwa setiap badan publik, wajib membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik, kecuali informasi tertentu seperti rahasia negara.

    Namun sangat disayangkan, salah satu proyek pembangunan rabat beton di dusun 2 desa Hilimbosi, tepatnya samping gereja Awa'ai kecamatan Sitolu'ori. Dimana dari pantauan awak media, tidak terlihat papan informasi yang memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, pelaksana, nilai kontrak, lama pekerjaan, dan lain -lain.

    Sehingga hal tersebut bisa mencederai produk hukum sebagaimana tertuang pada Perpres nomor 54 tahun 2010 dan Perpres nomor 70 tahun 2012, yang regulasinya mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan proyek.

    Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada dinas Perkim Nias Utara melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rasidy Ziliwu, ST diruang kerjanya, Rabu (6/11/19).

    Kepada awak media dijelaskan bahwa papan proyek itu sebelumnya sudah kasih, cuma lupa dipasang, jelas Rasidy.
    Dinilai dari bahasa Rasidy yang seakan-akan papan proyek itu berasal dari dinas Perkim, sementara diketahui bahwa dalam kontrak kerja tertuang nilai anggaran untuk biaya papan plank.
    Kemudian Rasidy menjelaskan masalah pemotongan jalan menuju gereja, itu sudah kesepakatan dari pihak gereja, sementara diketahui bahwa dengan pemotongan jalan kegereja membuat akses kendaraan roda empat tidak bisa lewat menuju lokasi parkir.

    Diketahui juga bahwa adanya bangunan WC pada pekerjaan tersebut, namun Rasidy menjelaskan bahwa bangunan WC yang dimaksud, tidak termasuk dalam kontrak, itu adalah inisiatif dari rekanan.

    Dan anggaran untuk pembangunan rabat beton dengan panjang 72 meter, senilai Rp 142.000.000 (seratus empat puluh dua juta rupiah), jelas Rasidy.

    Beberapa masyarakat setempat yang namanya enggan disebut, merasa kurang nyaman dengan adanya pemotongan jalan menuju gereja, sehingga mereka menilai adanya kesalahan teknis pada pembangunan jalan yang dimaksud, kemudian bangunan rabat beton menuju WC terkesan tumpang tindih karena mempunyai perempatan jalan hanya jarak kurang lebih 10 meter. Dan itu menuai pemborosan uang negara, jelas salah seorang masyarakat setempat yang namanya enggan disebut. (Gz)



     
    Berita Lainnya :
  • Pembangunan Rabat Beton di Hilimbosi, Diduga Memborosan Uang Negara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SergapOnline.com, all rights reserved