Presiden Jokowi menonjolkan potensi besar Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, ma" />
Senin, 15 08 2022

 
Rangkul G7, Jokowi Berinvestasi di Sektor Energi Bersih di Indonesia
Selasa, 28 Juni 2022 - 14:29:08 WIB
Foto: G7 dalam masa Presidensi 
TERKAIT:
   
 

SERGAPONLINE.COM JAKARTA- Presiden Jokowi menonjolkan potensi besar Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut. Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon, untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.
"Terutama terdapat peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia, termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai litium," papar Presiden Jokowi.

"Indonesia membutuhkan setidaknya 25-30 miliar USD untuk transisi energi dalam 8 tahun ke depan. Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru," tambahnya.

Lebih lanjut, Presiden RI juga menyampaikan bahwa di Indonesia dan juga di negara-negara berkembang lainnya, risiko dampak perubahan iklim sangat nyata, apalagi Indonesia adalah negara kepulauan dengan 17.000 pulau. Risikonya bukan hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga membuat petani dan nelayan berada dalam kesulitan.

"Dukungan semua negara G7 dalam masa Presidensi Indonesia di G20 sangat kami harapkan. Sampai bertemu di Bali. Terima kasih," ujar Presiden mengakhiri sambutannya.

Disambut Kanselir Jerman Olaf Scholz
Presiden Joko Widodo tiba di lokasi KTT G7 di Schloss Elmau, Jerman, dan disambut langsung oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz, Senin siang, 27 Juni 2022. Dalam sesi penyambutan resmi oleh Kanselir Jerman tersebut, Presiden RI hadir bersama pemimpin dari negara mitra G7 yaitu Presiden Argentina Alberto Fernandez, Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Senegal Macky Sall, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Presiden Jokowi selanjutnya melakukan sesi foto bersama. Kepala Negara Republik Indonesia itu berdiri di antara Perdana Menteri Jerman Olaf Scholz dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Berikutnya, Presiden mengikuti agenda pertemuan G7 yang terdiri dari dua sesi.

Pada sesi pertama terlihat Presiden Jokowi kembali berada di antara Perdana Menteri Jerman Olaf Scholz dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Pada pertemuan G7 kali ini, yang digelar di Schloss Elmau di kawasan pegunungan Alpen Jerman, Presiden RI juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara yang hadir.







 
Berita Lainnya :
  • Rangkul G7, Jokowi Berinvestasi di Sektor Energi Bersih di Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
     
     
    Redaksi - Disclaimer - Pedoman Berita Siber - Tentang Kami - Info Iklan
    © 2018 SergapOnline.com, all rights reserved